Disdikbud Pamekasan Akui SipBOS-Keuda Jaga Transparasi Realisasi BOS

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) INOVATIF: Disdikbud Pamekasan akui SipBOS-Keuda efektif menjaga transparasi dan keakuratan realisasi BOS.

KABARMAUDURA.ID, PAMEKASAN-Selalu transparan dan tepat sasaran, menjadi prioritas utama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan dalam realisasi penyaluran bantuan operasional sekolah (BOS).

Bahkan, Disdikbud Pamekasan menjadi institusi pendidikan yang terdepan di Jawa Timur dalam menjaga transparansi tersebut. Sebab, menjadi satu di antara tiga institusi pendidikan kabupaten di Jawa Timur yang menggunakan sistem aplikasi pengelolaan dana BOS keuangan daerah (SipBOS-Keuda).

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini melalui Kepada Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Fatimatuzzahra, penggunaan aplikasi tersebut diakui dalam rangka optimalisasi penyaluran BOS, utamanya pada jenjang pendidikan sekolah dasar (SD).

Melalui aplikasi tersebut, dapat terus dilakukan pendampingan dan pemantauan agar perencanaan dan belanja sekolah dalam penyaluran dana BOS semakin optimal. Selain itu, supaya membantu penyajian laporan keuangan yang tepat dan akurat.

Tahun 2021 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sudah menerapkan aplikasi sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD), sehingga pengelolaan dana BOS yang mengunakan aplikasi SipBOS-Keuda, sudah terintegrasi ke SIPD.

Bahkan dalam penerapan SipBOS-Keuda ini, Disdikbud Pamekasan merupakan satu-satunya di Madura..

Diakuinya, dalam setiap penerapan sistem yang baru, pasti terdapat problem. Hal itu juga terjadi pada penerapan aplikasi SipBOS-Keuda. Sehingga setiap lembaga pendidikan masih perlu adaptasi.

Namun terlepas dari kendala itu, diakui Fatimatuzzahra, akan berdampak baik terhadap optimalisasi pemanfaatannya dalam waktu yang akan datang.

“Harapannya, kualitas pendidikan di Pamekasan semakin berdaya saing, sebab pendidikan merupakan salah satu tonggak majunya suatu daerah,” ucap Fatimatuzzahra.

Dalam penyaluran BOS, tidak banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya. Yakni jumlah dana yang diperoleh dari masing-masing lembaga pendidikan,  disesuaikan dengan jumlah siswa yang tercantum di data pokok pendidikan (dapodik).

Selain itu, berdasarkan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah, setiap siswa dialokasikan BOS sebesar Rp1.030.000.

Tahapan penyaluran dana BOS juga masih sama, yakni dibagi dalam tiga tahap. Di Pamekasan, sejauh ini sudah menyelesaikan tahap I dan tahap II. Sedangkan penyaluran tahap ke III, dilaksanakan per 31 Agustus 2021.

Pada tahapan pertama, telah dicairkan 30 persen dari total anggaran BOS untuk Pamekasan. Kemudian 40 persen di tahap kedua dan 30 persen di tahap ketiga.

Sedangkan jumlah sekolah penerima berdasarkan Dapodik sebanyak 470 lembaga, terdiri dari 412 sekolah negeri dan 58 sekolah swasta. Proses transfer dananya, dikirim dari rekening kas umum negara (RKUN) langsung ke rekening sekolah penerima. (rul/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *