73 Persen TPS di Sampang Berkategori Rawan

  • Whatsapp
PEMILU: Sejumlah aparat keamanan masih dinilai kurang memadai.

Kabarmadura.id/SAMPANG-Mendekati pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Kepolisian Resor (Polres) Sampang menyebut, ribuan tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 14 kecamatan, masuk kategori rawan. Terdapat 3.691 TPS yang menjadi titik pencoblosan. Dari jumlah tersebut 2.710 TPS yang masuk kategori rawan.

Berdasarkan pemetaan Polres Sampang, rincian yang masuk kategori kurang rawan ada sebanyak 982 TPS. Sedangkan yang rawan dan sangat rawan masing-masing secara berurutan ialah 2.384 dan 326 TPS. Seluruh TPS rawan tersebut, tidak terfokus pada titik tertentu, namun merata di 14 kecamatan.

Untuk TPS aman, akan disiapkan sebanyak 2.160 personol polisi untuk keamanan. Sedangkan yang rawan, jumlahnya lebih dua kali limat menjadi 5.387 personil dan sangat rawan 770 personil.

“Yang jelas, ada tingkat kerawanan TPS di semua kecamatan, kami masih mengupdate pemetaan, mengikuti perkembangan situasi hingga pelaksanaan pemilu nanti, karena kemungkinan ada perubahan,” kata Kapolres Sampang melalui Kabag Ops Polres Sampang, Kompol Sulardi.

Untuk menjadikan pemilu yang bekualitas, aman dan kondusif, pihaknya berharap kepada masyarakat agar bersama-sama mengawal pelaksanaan Pemilu 2019 yang meliputi pemilihan DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, DPD, dan pilpres.

“Mari bersama menjaga kondusivitas serta ikut serta memgawal berjalannya pesta demokrasi ini,” tambahnya.

Soal rekam jejak pemilu di Sampang yang kurang bagus dan kerap menimbulkan problem, pihaknya berencana mengerahkan sebanyak 8.317 personel untuk pengamanan pemilu yang akan berlangsung 17 April mendatang.

Hanya saja, untuk mengerahkan petugas keamanan sebanyak itu, pihaknya masih kekurangan 5.083 personel, yang dipastikan akan dipenuhi dari unsur TNI maupun linmas.

“Kekurangan personel ini, khususnya yang dari unsur Polri, sudah kami sampaikan ke Mapolda Jatim. Sekarang masih menunggu jawaban,” imbuhnya.

Penyebaran personel tersebut nantinya akan berdasarkan pola kerawanan TPS. Pola kerawanan TPS tersebut digolongkan menjadi tiga, yakni TPS kurang rawan (aman), rawan, dan sangat rawan.

Jika melihat rekam jejak pemilu di Sampang, pelaksanaan Pemilukada Sampang 2018 dapat jadi cermin. Pemilukada tersebut mencetak sejarah baru. Sebab, wilayah berjuluk Kota Bahari ini, menjadi daerah satu-satunya yang melaksanakan pemilukada ulang akibat masalah daftar pemilih tetap (DPT).

Di sebagian lokasi, bahkan sampai mengulang pemilihan hingga tiga kali. Fakta tersebut, menjadi catatan tersendiri bagi KPU Provinsi Jawa Timur agar tidak terulang kembali pada Pemilu 2019.

Awalnya, daerah rawan kecurangan pemilu di Kabupaten Sampang hanya meliputi kecamatan di wilayah pantai utara, seperti Ketapang, Banyuates, Sokobanah, Torjun serta Kecamatan Camplong.  Namun, kini kerawanan itu dideteksi akan meluas di seluruh wilayah di Sampang. (awe/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *