Jatah BOS Kinerja untuk Sampang Menyusut, Kinerja Sekolah Terdeteksi Menurun

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) JATAH MENYUSUT: Kinerja lembaga pendidikan diuji dengan perolehan anggaran BOS kinerja tahun 2021, dan terbukti menurun.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Menurunnya jatah bantuan operasional sekolah (BOS) kinerja di Sampang, dinilai murni keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Dinas Pendidikan Sampang memprediksi bisa saja akibat kinerja sekolah menurun.

Dari 39 sekolah penerima di tahun sebelumnya, di tahun 2021 ini hanya enam sekolah yang mendapat jatah BOS kinerja.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan Sampang Arief Budiansor menegaskan bahwa keputusan soal jatah BOS itu tidak berkaitan langsung dengan pemerintah daerah. Sehingga, dinilai murni dari Kemendikbud kepada semua sekolah.

“Kami tidak mengetahui dan tidak berkaitan dengan penentuan penerima BOS kinerja. Sebab, bantuan ini tidak bersifat pengajuan dari bawah. Namun, murni penilaian yang dilakukan pemerintah pusat,” katanya.

Dia menegaskan bahwa BOS kinerja tersebut salah satunya dinilai dari data kinerja sekolah. Sehingga sekolah yang dinilai terus berkembang, didorong dengan BOS kinerja. Seperti enam sekolah yang menerima bantuan.

Disinggung soal turunnya data penerima BOS yang signifikan, pihaknya memprediksi bisa saja terjadi penurunan kinerja pada sejumlah sekolah. Termasuk ada penilaian lain di luar prediksi Dinas Pendidikan Sampang. Sehingga, dari puluhan sekolah yang mendapatkan jatah BOS kinerja, menurun jadi enam sekolah.

“Kementerian banyak akses untuk mengetahui data sekolah, salah satunya dapodik. Sehingga bisa saja itu menjadi aspek penilaian diantara sistem penilaian yang lain, ” kata Arief.

Selain tidak mengetahui proses penilaian dan penentuan penerima BOS kinerja, pihaknya hanya menerima pemberitahuan mengenai enam sekolah yang mendapatkan jatah BOS kinerja.

“Kami tidak bisa komplain. Karena ini memang programnya pemerintah pusat. Meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu, ” imbuhnya.

Tahun ini, Dinas Pendidikan Sampang hanya mendapat kucuran anggaran Rp300 juta untuk BOS kinerja. Dana itu dibagi ke enam sekolah, setiap sekolah mendapatkan Rp60 juta.

Kondisi itu menurut Ketua DPRD Sampang Fadol harus menjadi bahan evaluasi. Utamanya mengkaji dasar yang digunakan Kemendikbud mengurangi kuota. Sehingga, imbuh Fadol, bisa jadi dasar untuk perbaikan dan tahun berikutnya akan mendapatkan bantuan lebih banyak.

“Jika memang akibat kinerja sekolah yang menurun, maka selayaknya harus didorong meningkat,” pesan Fadol.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *