Dispora Bangkalan Pesimis Penuhi Target PAD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) KURANG OPTIMAL: Pendapatan dari sektor sarana olahraga di Kabupaten Bangkalan sulit mencapai ketentuan target pendapatan asli daerah (PAD).

KABARMADURA.ID, BANGKALAN– Semenjak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Bangkalan diterapkan, banyak fasilitas umum (fasum) ditutup untuk umum. Hal itu dilakukan, demi mencegah terjadinya kerumunan dan mobilitas masyarakat. Seperti, Gedung Olahraga Sultan Abdul Kadirun (GOR) Bangkalan.

Penutupan tersebut, berdampak pada sektor pendapatan asli daerah (PAD). Bahkan tidak hanya GOR, Stadion Gelora Bangkalan (SGB) dan Alun-Alun juga ditutup. Sehingga, sulit mencapai target dari sektor sarana olahraga. Hal ini diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan Rudi Hariyanto, Selasa (14/9/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, capaian PAD cukup jauh dari target. Sebab, selama ditutup tidak ada pemasukan sama sekali. Baik dari penyewaan GOR, maupun fasilitas lainnya. Sedangkan, sektor PAD yang bisa diandalkan hanya dari hasil penyewaan GOR, SGB dan Alun-Alun serta kolam renang di belakang Taman Rekreasi Keluarga (TRK).

“Target kami sekitar Rp100 juta, sejak awal tahun hingga sekarang yang sudah masuk ke kami hanya sekitar Rp22 juta. Kalau belum ada intruksi dibuka, saya tidak yakin bisa memenuhi target. Tahun ini efektifnya kurang tiga bulan lagi, kalau belum bisa dibuka sulit capai target. Kalau bulan depan bisa dibuka, pasti ada tambahan lagi,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan ini mengaku, belum bisa memastikan kapan fasilitas olahraga akan dibuka. Sementara ini, kegiatan olahraga mau tidak mau harus dibatalkan dan diberhentikan. Sebab, sesuai petunjuk aturan pada PPKM tidak boleh membuat aktivitas yang menimbulkan kerumunan.

“Otomatis mereka (atlet red) harus diberhentikan sementara waktu. Kegiatan rutinnya biasanya digunakan bermain bulu tangkis, kemudian yang rutin lagi atlet persiapan Porprov seperti pencak silat,” jelasnya.

Rudi menyarankan, agar para atlet bisa melakukan latihan secara mandiri atau menyediakan lokasi lain selain di GOR Bangkalan. Sedangkan untuk kegiatan lainnya, seperti hiburan dan acara pernikahan, tidak ada pemesanan selama kenaikan kasus Covid-19.  “Kalau kegiatan lainnya yang menggunakan GOR belum bisa dilakukan dan belum kami ijinkan. Menunggu perkembangan selanjutnya,” tegasnya.

Untuk itu dia berharap, agar ada kebijakan dari pemerintah melalui Bupati Abdul Latif Amin Imron, agar bisa kembali normal. Khususnya, bidang olahraga dan aktivitas lainnya yang bisa meningkatkan PAD. “Pada prinsipnya, kami inginnya normal kembali. Pulih lagi seperti sebelumnya, agar kegiatan bisa dilakukan dan bisa berkontribusi untuk PAD Bangkalan,” harapnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Pengendalian Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan Sri Yenny Repeliyanti mengimbau, agar organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum bisa memenuhi target bisa membuat strategi untuk menutup tunggakan target. Pihaknya berharap, agar ada potensi-potensi lain yang bisa digali dan menghasilkan PAD di masing-masing OPD.

“Semoga bisa terpenuhi lah, karena memang tidak bisa dipungkiri wabah ini membuat capaian PAD mengalami penurunan,” responnya.

 

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *