74 Desa Belum Punya BUMDes

  • Whatsapp
(KM/ Razin) STAGNAN: Salah satu BUMDes tidak beroperasi.

Kabarmadura.id/Sumenep-Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenepnya sekada menyatakan, dari 330 desa se-Kabupaten Sumenep, 74 desa belum memiiki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sementara 256 BUMDes telah berdiri, namun kebanyakan hanya sebatas formalitas.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat DPMD Sumenep  Tabrani menyampaikan, jumlah terbaru verifikasi BUMDes tahun 2020 sebanyak 256 desa dan diakui mayoritas hanyalah formalitas.

Sejauh ini pihaknya sudah membina dan memberikan pengarahan yang melibatkan para aparatur desa untuk melakukan pembenahan perekonomian melalui BUMDes sehingga 330 desa yang berada di ujung timur Pulau Madura ini mempunyai pendapatan asli desa (PADes).

“Kami sifatnya tidak bisa mewajibkan, tetapi memang tidak banyak desa yang bisa meniru desa-desa lain khususnya di lokal Sumenepyang sudah banyak terbukti berkontribusi ke desa. Apalagi yang di luar Madura sudah banyak desa yang bahkan bisa menggaji kepala desanya sampai Rp30 juta yang didapatkan dari BUMDes,” katanya, kemarin.

Akan tetapi memang yang menjadi persoalan, masih banyak desa yang tidak mengenali potensi-potensi yang terkandung sehingga tidak bisa kreatif dalam melakukan pengembangan melalui peranan BUMDes, sehingga sampai saat ini hanya ada sekitar 7 BUMDes yang terbilang aktif walaupun tidak sepenuhnya sudah berkonsultasi terhadap anggota-angotanya yaitu Desa Karanganyar, Dungkek, Lobuk, Prenduen, Gapura Timur, dan Sendang.

Selain itu, yang menjadi problem mendasar adalah banyak pengelola BUMDes yang masih ragu-ragu dalam menjalankan unit usaha yang digali dari potensi daerahnya. Sehingga sebagian desa yang berani memberikan modal menjadi tidak maksimal.

“Ada yang memang takut dengan resiko kerugian, sehingga tidak berani. Bukan hanya satu dua BUMDes saja yang seperti itu, inilah salah satu tugas kami, merubah pola pikirnya sehingga BUMDes-BUMDes di Sumenep dapat berkembang dan mandiri,” imbuhnya. (ara/pai)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *