Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Bangkalan Tidak Optimal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BEKERJA: Salah seorang nelayan saat melaut di Bangkalan membutuhkan jaminan perlindungan berupa Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Puluhan ribu pekerja di Bangkalan baru terdaftar menjadi peserta Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Namun, tidak semua peserta memahami tentang manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, minim informasi dari instansi terkait.

Apalagi, sejak masa pandemi Covid-19 yang mengakibatkan sosialisasi tidak optimal lantaran terbatasnya aturan. Yakni, tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Hal ini diungkapkan Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Madura di Bangkalan Vinca Meitasari, Rabu (15/9/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 26.218 orang. Di masa pandemi tambahan peserta BPJS menurun. Sehingga jumlah pendaftar juga tidak sama seperti biasanya. “Jumlah peserta kami memang masih minim, peminatnya memang saya kira kurang,” ujarnya.

Padahal, jumlah peserta tambahan sebelum pandemi berada di angka 500 hingga 1.000 peserta setiap bulannya. Sehingga jumlah peserta di tahun 2021 baru mencapai angka 26.218. “Kami juga terbatas melakukan sosialisasi langsung, jadi memang kurang maksimal,” ucapnya.

Dia menuturkan, ketertarikan pekerja untuk mendaftar sebagai peserta BPJS sangat rendah. Padahal jika masyarakat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, mereka akan mendapatkan jaminan keselamatan pekerja, baik kecelakaan, maupun kematian. “Kami berusaha untuk terus memberikan sosialisasi, tapi ternyata hasilnya tetap,” tuturnya.

Pihaknya berjanji, akan mengupayakan untuk memaksimalkan kerjasama dengan pemerintah kabupaten. Sebab, tahun 2019 lalu sudah sempat melakukan kerjasama, akan tetapi tidak bertahan lama lantaran terkendala pendanaan. “Dulu sempat kerjasama, tapi tidak bertahan lama, karena pandemi dan dana,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Bangkalan Mohammad Zaini menerangkan, untuk koordinasi kerjasama pendaftaran peserta BPJS bagi para nelayan binaan sudah pernah dilakukan, dan memang banyak yang minat. “Saat itu pertama kali kerjasama dengan BPJS, dan banyak nelayan yang minat,” responnya.

Namun, setelah bantuan program itu diganti menjadi pendaftaran mandiri, banyak yang malah mundur. Sehingga tahun 2020 tidak lagi mengajukan pengajuan tambahan peserta untuk nelayan. “Iya memang rata-rata nelayan nunggu yang gratis, jadi setelah mandiri banyak yang mundur,” paparnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *