Bertekad Kembalikan Kursi PAN yang Hilang, Abdul Haq Akan Tingkatkan Kualitas Kader

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) ABDUL HAQ: Ketua DPD PAN Pamekasan periode 2020-2025 

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN –Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Pamekasan kini resmi memiliki nakhoda baru. Abdul Haq ditetapkan sebagai ketua DPD PAN Pamekasan periode 2020-2025. Dirinya disahkan melalui surat keputusan (SK) yang diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.

“Pelaksanaan Musdanya 2020 kemarin. Hanya karena satu dan lain hal, SK dari DPP baru terbit,” ucapnya.

Pria 52 tahun itu bertekad mengembalikan kursi PAN yang hilang. Sebelumnya, PAN memiliki lima kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan. Saat ini PAN hanya memiliki dua kursi. Dalam lima tahun ke depan, anggota DPRD Pamekasan dua periode itu memiliki visi dan misi membesarkan PAN.

“Syukur-syukur kalau bisa menambah kursi. Yang penting kerja bareng. Karena tidak bisa hanya seorang ketua, dengan kerja berat ini,” tambahnya.

Bahkan, bapak empat anak itu berkeinginan agar PAN Jawa Timur menjadi basis PAN. Menurutnya, perlu kerja keras untuk mengembalikan kepercayaan publik. Untuk mengembalikan itu, pihaknya akan memperbaiki kinerja. Dia menegaskan, infrastruktur dan layanan kepada masyarakat menjadi perhatian utamanya ke depan.

“Infrastruktur itu wajib. Karena itu mesin politik kita di bawah,” ucapnya.

Anggota Komisi I DPRD Pamekasan itu akan mengembalikan kejayaan PAN Pamekasan. Menurutnya, PAN di Pamekasan sejak dulu menjadi kiblat PAN di Madura. Dirinya akan memastikan kualitas kader PAN lebih unggul dari yang lain. Kaderisasi di internal PAN akan terus diperbaiki, sehingga kader PAN memiliki integritas kepemimpinan.

Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang itu menilai, keberadaan partai politik sangat penting. Sebab, semua kebijakan yang menyangkut nasib masyarakat diatur oleh partai politik. Karena itu, pria asal Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan itu akan berupaya membuka wawasan masyarakat perihal pentingnya berpolitik.

“Jangan antipati dengan partai politik. Karena negara ini diatur oleh politik. Jadi, harus membuka diri dengan kehadiran partai politik,” tutupnya. 

REPORTER: Ali Wafa

REDAKTUR: Muhammad Aufal Fresky

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *