DAK Pendidikan Sampang Menurun Rp864 Juta

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) BERKURANG: Sekolah yang tercover anggaran dana alokasi khusus (DAK) tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Anggaran dana alokasi khusus (DAK) untuk lembaga pendidikan di Sampang mengalami penurunan drastis. Akibatnya, jumlah sekolah yang mendapatkan bantuan jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.

Data yang dihimpun Kabar Madura, kucuran DAK khusus lembaga pendidikan tahun ini sebesar Rp11.678.988.144. Jumlah tersebut, jauh di bawah kucuran DAK tahun lalu yang mencapai Rp12. 543.473.000. Sehingga penurunan anggaran mencapai Rp864.484.856 dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan demikian, tahun ini hanya sebanyak 28 sekolah yang menerima anggaran DAK se-Sampang. Sedangkan tahun lalu, ada sebanyak 33 sekolah penerima DAK. Sedikitnya, ada penurunan 5 sekolah dari tahun sebelumnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Disdik Sampang M. Bahri mengatakan, pengajuan DAK dilakukan melalui aplikasi kolaborasi perencanaan dan informasi kinerja anggaran (Krisna). Sementara sekolah yang diusulkan sangat banyak.

“Yang diajukan tahun ini ratusan. Namun yang tercatat sebagai penerima hanya 28 lembaga dan itu menurun dari tahun lalu,” ujarnya, Rabu (22/9/2021).

Pihaknya mengaku, sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat. Terutama mengenai menurunnya sekolah penerima anggaran. Salah satu alasan Pemerintah Pusat lantaran banyak sekolah yang diusulkan belum terkaver.

Selain itu, menurunnya penerima anggaran akibat masalah pada data yang dimasukkan sekolah. Sehingga gagal lolos pada verifikasi yang dilakukan Pemerintah Pusat. Bahkan penerima anggaran DAK ditentukan oleh Pemerintah Pusat.

Sehingga pihaknya hanya menjadi perantara setelah diumumkan nama sekolah yang lolos verifikasi dan terdaftar sebagai penerima. Selanjutnya melakukan pemeriksaan, melengkapi administrasi sesuai petunjuk teknis (juknis). Selebihnya merupakan kebijakan Pemerintah Pusat.

“Peran kami hanya mencocokkan data pokok pendidikan (dapodik) dengan usulan di aplikasi krisna. Jika cocok berarti lolos atau sebaliknya,” jelasnya.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *