Pembangunan Rumah Sakit di Pamekasan Berpotensi Sebabkan Banjir

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) PARAH: Sungai Semajid dibiarkan mendangkal dengan ketinggian sedimentasi mencapai sekitar 3 meter.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN –Beberapa tahun terakhir, Pamekasan diwarnai banjir setiap penghujung tahun. Menurut beberapa pihak, salah satu penyebabnya, karena daerah serapan air semakin berkurang. Alasan lainnya, karena sedimentasi sungai terlalu tinggi.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ismail mengatakan, pemerintah harus segera mengambil langkah cepat. Sebab menurutnya, banjir berpotensi terjadi lagi di akhir tahun 2021 saat memasuki musim penghujan.

Bacaan Lainnya

Tingginya sedimentasi sungai akan semakin parah dengan adanya pembangunan rumah sakit oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Pembangunan tersebut saat ini sedang proses dilakukan di Desa Laden. Pembangunan itu dinilai mengurangi banyak serapan air.

Hal itu ditanggapi sinis oleh Ismail. Sebab kondisi sungai terparah yaitu Sungai Semajid, yaitu sungai yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Jatim. Namun, hingga saat ini Pemprov Jatim belum melakukan normalisasi terhadap sungai tersebut.

“Sungai Semajid itu setiap tahun meluap dan menenggelamkan perumahan warga di sekitarnya. Ditambah lagi pembangunan rumah sakit. Semakin berkurang resapan air,” tukas Ismail.

Politisi Partai Demokrat itu menyayangkan kabar bahwa Pamekasan luput dari prioritas Pemprov Jatim terkait penanganan banjir di Madura. Prioritas Pemprov Jatim dalam hal penanganan banjir di Madura hingga saat ini hanya di Sampang.

“Salah kalau Pamekasan tidak masuk prioritas. Di sini sudah beberapa tahun terakhir banjir. Rumah saya yang tidak pernah tergenang banjir, tahun lalu tenggelam,” tegasnya.

Menurutnya, Pemprov Jatim harus segera mengalokasikan anggaran untuk kegiatan normalisasi Sungai Semajid. Sebab, kemampuan anggaran Pemkab sangat terbatas. APBD Pamekasan disebutnya tidak cukup menormalisasi semua sungai.

“Ini kalau dibiarkan akan semakin parah, kondisinya akan semakin buruk,” tutupnya.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *