Dana Penjemputan PMI Menipis, Pemkab Sampang Mulai Kelimpungan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) TAK TERBENDUNG: Jumlah kedatangan PMI di Sampang terus meningkat, sementara Pemkab Sampang mulai kebingungan karena anggaran penjemputan tinggal sedikit.

KABARMADURA.ID, SAMPANG  -Penjemputan kepulangan pekerja Migran Indinesia (PMI) ke Sampang terancam diberhentikan. Dana yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menipis. Dari Rp500 juta yang disediakan, tinggal Rp50 juta. Dana itu untuk menjemput dari Bandara Juanda Surabaya atau tempat karantina Asrama Haji Surabaya ke Sampang.

Berdasarkan catatan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga kerja (DPMPTS dan Naker) Sampang, jumlah PMI yang dijemput dari Asrama Haji Surabaya ke Sampang sekitar 4.500 jiwa.

Sisa dana sekitar Rp50 juta itu diprediksi hanya bisa cukup untuk kebutuhan 10–15 hari ke depan.

“Kami tidak bisa berbuat banyak, Jika nanti anggaran penjemputan ini habis tentu kami biarkan, agar PMI ini pulang sendiri saja,” ujar Plt Kabid Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja DPMPTS dan Naker Sampang Agus Sumarso.

Sementera ini, pihaknya sedang mengupayakan tambahan anggaran ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Karena keuangan daerah sudah tidak memungkinkan, lantaran banyak pengurangan dan refocusing untuk penangana wabah Covid-19.

“Dalam minggu ini, kami akan mengajukan permohonan bantuan dana ke pemprov, karena upaya penjemputan PMI ini juga merupakan instruksi pemprov, semoga saja bisa dibantu,” harapnya.

Upaya itu diapresiasi Anggota Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan. Namun dia meminta pemkab lebih memperhatikan nasib para pejuang devisa yang pulang kampung tersebut. Tidak hanya selesai pada proses penjemputan, melainkan harus ada kebijakan lebih lanjut untuk penanganannya.

“Ribuan PMI yang datang ini harus diperhatikan dengan sangat serius, karena mayoritas sedang menganggur, semisal diberikan pelatihan keterampilan kerja dan pendampingan bahkan dibantu modal agar bisa berwirausaha,” desak politisi muda dari Fraksi Gerinda DPRD Sampang itu.

Pernyataan Alan itu, lantaran prediksinya mengenai naiknya angka pengangguran  akibat kedatangan PMI yang mencapai ribuan itu. Terlebih, sejauh ini belum ada wacana apa pun terkait upaya penanganan PMI tersebut, hanya berkutat pada proses penjemputan.

“Kalau untuk proses penjemputan, mestinya bisa gunakan kendaraan aset pemkab biar lebih hemat, sehingga anggarannya juga bisa untuk pelatihan dan semacamnya,” tegas Alan.

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *