Masyarakat Pulau Gili Raja Bingung dengan Barometer Penerima Bantuan Instalasi Listrik

  • Whatsapp
(FOTO: JUNAIDI FOR KM) MUBAZIR: Keberadaan pembangunan PLTD di Desa Lombang Gili Raja saat ini tidak difungsikan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bakal memberikan bantuan instalasi listrik untuk 300 warga Gili Raja. Bantuan instalasi itu dianggarkan sekitar Rp400 juta.

Namun bantuan itu tidak terkoordinir dengan baik. Bahkan, warga setempat mengaku  tidak mengerti barometer yang menjadi persyaratan dari pemerintah dalam penyaluran bantuan itu.

Bacaan Lainnya

Bantuan tersebut seiring permasalahan penerangan di Kepulauan Gili Raja Kecamatan Gili Genting yang belum 24 jam.

Edi Susanto, salah seorang masyarakat Gili Raja mengatakan, bantuan yang disampaikan kepada masyarakat tidak terkoordinir dengan baik. Sehingga pihaknya tidak mengerti barometer yang menjadi persyaratan dari pemerintah dalam penyaluran instalasi tersebut.

“Kenapa saya nilai tidak tepat sasaran, karena ada di salah satu desa itu dapat bantuan. Padahal secara ekonomi sangat mampu, ada yang layak menurut kami, malah tidak dapat,” ucapnya.

Mantan aktivis PMII Bangkalan itu menegaskan, selama ini pemerintah selain terkesan menganaktirikan masyarakat Gili Raja, bahkan mempermainkan masyarakat kepulauan yang berada di Kecamatan Gili Genting.

“Mulai dari janji yang tak kunjung beroperasi, listrik tetap gelap, nambah lagi kurang serius melakukan pengawasan. Hanya janji dan janji saja yang mereka sajikan kepada kami, bertahun-tahun loh kami dipermainkan,” tukasnya.

Menanggapi persoalan itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna (TTG) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Fadholi menyampaikan, bantuan instalasi listrik itu sudah berdasarkan pengajuan dari bawah.

Selain itu, tegas Fadholi, sudah disesuaikan dengan kriteria khusus. barometer utama dalam penilaian itu harus berstatus kurang mampu secara ekonomi.

“Itu sudah berdasarkan verifikasi dan yang dinyatakan lolos berarti sudah sesuai,” jelas Fadholi.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam, Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *