Tingkatkan Kewaspadaan, BPBD Harus Aktif

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) PERBAIKAN: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan mulai menyalurkan bantuan ke enam rumah warga yang terkena angin kencang, Kamis (23/9/2021) lalu.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Kondisi cuaca yang tidak stabil, perlu menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan. Hal itu dilakukan, sebagai bentuk antisipasi warga ketika menghadapi bencana. Seperti yang terjadi Desa Keleyan Kecamatan Socah, enam rumah warga rusak akibat angin kencang.

Sehingga perlu adanya keoptimalan BPBD, agar dengan kondisi yang tidak menentu warga bisa mengantisipasi adanya bencana. Salah satu upaya yang bisa dilakukan, memberikan penanggulangan kepada warga secara dini dalam menghadapi bencana. Hal ini diungkapkan anggota Komisi D DPRD Bangkalan Azis, Minggu (26/9/2021).

“Dengan cuaca ekstrem di masa pancaroba ini, BPBD harus lebih aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaannya. Khususnya di wilayah yang rawan terkena bencana,” sarannya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Keleyan Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan Moh. Tohir mengatakan, total kerugian dari enam rumah rusak akibat angin kencang mencapai Rp50 juta. Namun saat ini, warga sudah berbenah dan tidak takut lagi menempati kembali rumahnya. Hanya saja, dari enam rumah yang rusak dua diantaranya rusak parah. Sedangkan empat lainnya rusak ringan.

“Yang rusak parah ini di bagian atap dan easbesnya jebol, bahkan ada yang ambruk. Kalau lainnya hanya ringan, beberapa gentingnya saja yang rusak,” ucapnya.

Beruntung, tidak ada korban dari kejadian tersebut. Sebab saat angin datang, warga langsung keluar rumah. Sedangkan, dari dua rumah warga yang masuk kategori rusak parah, satu diantaranya mengalami kerusakan sekitar 70 persen. “Tidak ada yang mengungsi, karena dua rumah warga yang rusak parah masih bisa ditempati. Kerusakan di bagian dapur, jadi mereka sementara waktu tinggal di ruang tamu,”  paparnya.

Sebenarnya lanjut Tohir menegaskan, pada saat kejadian tidak ada hujan deras. Hanya gerimis yang disertai angin kencang. Usai musibah naas itu, keesokan harinya bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mulai datang. Sehingga, warga segera memperbaiki rumahnya. “Alhamdulillah, untungnya bantuan langsung datang. Jadi rumah warga sudah diperbaiki sebagian dan dibantu warga juga koramil setempat untuk memperbaikinya,” tegasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *