Tuntut Dispertahorbun Bangkalan Tuntaskan Persoalan Pertanian

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Moh Imron) DEMONSTRASI: Sejumlah aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat se Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar aksi ke Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan  (Dispertahortbun) Bangkalan. 

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional (HTN), puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan Komisariat se Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar Aksi ke kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahotbun), Senin (27/9/2021).

Mereka menyampaikan, pemerintah tidak konsisten dalam melaksanakan reforma agraria. Sehingga permasalahan terkait konflik agraria cukup kompleks di seluruh wilayah Indonesia. Khususnya di daerah yang identik dengan slogan Kota Salak terkesan ada ketimpangan dan kesejahteraan petani. Sebab, hingga detik ini belum dilirik oleh pemerintah daerah.

Bacaan Lainnya

“Mulai dari kelangkaan pupuk yang tidak sesuai aturan harga eceran tertinggi (HET) oleh distributor, pembentukan kelompok tani yang tidak menjangkau dalam melakukan pembinaan kepada petani, bahkan ada sebagian kelompok tani yang hanya mengambil untung dari keberadaan petani tersebut,” teriak salah satu korlap aksi Moh Rizal. 

Bahkan, organisasi dengan sebutan hijau hitam ini  menuntut agar pemerintah harus menyelesaikan permasalahan pertanian dari hulu ke hilir sesuai dengan program presiden untuk pertanian Indonesia. Salah satunya, Dispertahortbun harus memberi kebijakan yang jelas serta pro kepada petani. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami minta tolong kepada pemerintah agar mengawasi secara ketat penyaluran pupuk subsidi dan mencabut izin distributor yang nakal. Tujuannya, agar tidak merugikan para petani. Masak iya, ketika petani mau beli pupuk selalu kosong, akan tetapi selalu ada ketika pengecer itu membeli,” kesalnya. 

Rizal menambahkan, pemerintah harus dengan tegas menyelesaikan konflik agraria. Alih fungsi lahan produktif, stabilitas harga dan perlindungan nilai jual hasil produksi pertanian dan menjamin kesejahteraan buruh tani dalam memberikan insentif serta kehidupan yang layak bagi para petani. Dengan demikian, jaminan akses pendidikan bagi keluarga buruh tani akan terpenuhi.

“Bapak jangan hanya mementingkan golongan saja. Bapak harus tegas dalam beberapa konflik agraria yang terjadi di beberapa tempat yang ada di Kabupaten Bangkalan. Pemerintah harus bisa mensejahterakan petani,” tegasnya. 

Ditempat yang sama, Kepala Dispertahortbun Bangkalan Puguh Santoso mengapresiasi kedatangan dari anak-anak HMI karena sudah ikut andil dalam mensejahterakan para petani serta bisa mengawasi kinerjanya. “Saya senang dengan teman-teman HMI ini bisa mengawasi kinerja kami, mengenai harga pupuk yang dipermainkan oleh distributor, sebenarnya tidak benar. Karena pupuk itu ada harga standartnya. Jadi kalau Urea itu 112.500, kalau ada di luar itu kami punya petugas lapangan, yang bisa mengetahui ini,” responnya. 

Reporter: Moh. Imron

Redaktur: Totok Iswanto

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *