Rp2,6 M Biakes Maskin untuk 494 Orang di Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) PROGRAM: Realisasi biaya kesehatan masyarakat miskin (Biakes Maskin) di Bangkalan mencapai miliaran rupiah.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Program biaya kesehatan masyarakat miskin (Biakes Maskin) di Bangkalan sudah terealisasi hampir 80 persen. Hingga bulan ini, serapan program itu mencapai Rp2,6 miliar dari anggaran yang disediakan sebesar Rp3,9 miliar. Serapan dana itu, untuk 494 masyarakat yang terkaver program Biakes Maskin.

Sedangkan sisanya, Rp1,3 miliar belum terealisasi. Hanya saja, untuk nominal rincian setiap masyarakat belum diketahui secara pasti. Sebab tidak bisa ditentukan melalui batas maksimal atau minimal yang diberikan, lantaran pembiayaan Biakes Maskin tergantung dari penyakit penerima. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo, Senin (27/9/2021).

Menurutnya, klaim pembiayaan masyarakat tergantung dari penyakit dan obat yang diberikan. Bahkan, lamanya perawatan kesehatan juga masuk dalam pembiayaan program Biakes Maskin. Sebab, setiap penerima tidak menerima bantuan kesehatan lainnya. Sehingga, Biakes Maskin murni untuk masyarakat yang tidak terkaver bantuan kesehatan seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) maupun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Disinggung mengenai rincian pasien yang menggunakan program Biakes Maskin? Pihaknya mengaku, sebanyak 339 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu, 6 orang di rumah sakit Surabaya dan 149 orang di puskesmas. Jumlah tersebut, merupakan jumlah penerima manfaat yang sudah direalisasikan.

“Saya kira masyarakat yang betul-betul tidak mampu dan tidak terkave bantuan kesehatan lainnya segera masukkan persyaratan, harus terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” jelasnya.

Terpisah, Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Bangkalan Muhyi menilai, program Biakes Maskin secara umum berjalan dengan baik dan sangat bermanfaat untuk masyarakat miskin yang belum terkaver program bantuan sosial di bidang kesehatan. Namun yang menjadi krusial, anggaran yang terbatas dan perlu menjadi perhatian pemerintah. Sebab sampai saat ini Bangkalan belum Universal health Coverage (UHC).

“Progres menuju UHC ini perlu terus digenjot agar masyarakat Bangkalan tidak bingung lagi saat sakit dan perlu perawatan di fasilitas kesehatan (faskes),” responnya.

Menurutnya,  sejauh ini belum ada laporan atau keluhan melalui lembaganya mengenai permasalahan layanan Biakes Maskin. Tetapi yang kadang menjadi keluhan masyarakat yakni, parameter miskin yang kadang biasa hanya mengacu pada tampak fisik rumah bukan kondisi riil perekonomian masyarakat.

“Karena pengajuan biakes maskin harus melalui survey dari Dinas Sosial (Dinsos). Sehingga ke depan mari bersama bersinergi untuk mengedukasi masyarakat, agar Bangkalan segera UHC dan tidak bingung lagi saat masyarakat Bangkalan sakit,” sarannya.

Rincian Penggunaan Biakes Maskin

  • 339 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu
  • 6 orang di rumah sakit Surabaya
  • 149 orang di puskesmas
  • Total 494 orang

Anggaran Biakes Maskin

  • Rp2,6 miliar
    • Mengkaver 494 orang (terealisasi)
  • Rp1,3 miliar
    • Belum terealisasi

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *