Heru Klaim Paling Berhak Jadi Wabup Pamekasan, Fattah Akui Dipanggil PKB

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Dua sosok yang digadang-gadang menjadi calon wakil bupati (cawabup) Pamekasan mulai naik ke permukaan. Bahkan mereka mulai berani angkat bicara. Keduanya, Heru Budi Prayitno dan Fattah Jasin sama-sama mengklaim paling berhak mendampingi Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Nama Heru Budi Prayitno muncul karena  posisinya sebagai kader Partai Amanat Nasional (PAN). PAN merupakan salah satu partai pengusung Berbaur (pasangan Baddrut Tamam-Rajae) yang memenangi Pilkada Pamekasan 2018. Sehingga mantan ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Pamekasan itu masuk bursa cawabup Pamekasan.

Sedangkan Fattah Jasin yang merupakan mantan pejabat (Pj) bupati Pamekasan. Fattah Jasin sempat jadi calon bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep tahun 2019 lalu. Dia diusung oleh DPC PKB Sumenep. Sayangnya, Fattah gagal. Kini, dia digadang-gadang menjadi figur terkuat cawabup Pamekasan.

Perihal dua nama cawabup itu, kata Ketua Partai Koalisi Berbaur Ali Wafa Subki, sudah mendekati kesepakatan. Namun, menurutnya, ada hal yang lebih penting, yaitu percepatan penetapan tata tertib (tatib) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan mengenai pemilihan cawabup Pamekasan.

“Kami sudah selesai mengenai calon. Sudah ada, tapi masih belum di-packing untuk dikirim ke bupati,” ungkap ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Sementara itu, menurut Heru Budi Prayitno, posisi wabup tidak perlu diperebutkan, karena sudah menjadi jatah PAN. Sebab PAN merupakan partai pengusung utama setelah PKB. Menurutnya, kursi wabup sudah seharusnya diduduki oleh usulan partai pengusung, bukan dari pihak di luar partai pengusung.

“Secara kasat mata, wabup itu jatahnya PAN. Karena pengusung utamanya PAN, dan Raja’e itu dulu diberangkatkan dari PAN,” ucap Heru.

Kendati begitu, dia mengaku pasrah terhadap keinginan bupati. Sebab bupati dianggap lebih tahu kebutuhannya. Wakil bupati adalah figur yang akan mendampingi dan membantu pekerjaan bupati. Namun, dia sendiri mengaku siap dan bersedia untuk diusung dan dipilih sebagai wabup Pamekasan.

Menanggapi sosok seorang Fattah Jasin, Heru mengakui pengalaman Fattah di bidang birokrasi. Dia adalah seorang mantan kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Jawa Timur di Pamekasan, mantan kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, mantan Pj. bupati Pamekasan dan mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur.

Namun, Heru mengaku lebih berpengalaman tentang seluk beluk politik, karena sudah lama menjadi pekerja partai politik. Heru juga menegaskan bahwa Fattah Jasin tidak mewakili partai koalisi pendukung pemerintah. Hanya saja, Fattah diusulkan oleh sejumlah tokoh kepada bupati Pamekasan untuk dimasukkan ke dalam bursa cawabup.

Heru kemudian bercerita, awalnya bupati meminta kepada partai koalisi untuk mendalami tujuh nama sebagai cawabup. Dalam tujuh nama itu ada dirinya dan Fattah Jasin, termasuk istri mendiang Raja’e, Yuni Raja’e. Satu di antaranya yaitu seorang pengusaha asal Kabupaten Sampang H. Fandi. Namun kemudian, partai koalisi mengerucut pada Fattah Jasin dan dirinya.

“Fattah Jasin tidak mewakili representasi dari sebuah partai. Hanya seorang yang berpengalaman yang diajukan oleh bupati atas permintaan tokoh-tokoh,” jelas Heru.

Menurut Heru, kursi wabup bisa saja terus kosong hingga periode bupati berakhir. Sebab penetapan wabup bergantung pada iktikad dari dua pihak antara bupati Pamekasan dengan DPRD Pamekasan. Karena berdasar pada aturan yang berlaku, jika dalam rentang waktu sisa jabatan bupati 18 bulan, maka kursi wabup akan terus dikosongi.

Di lain pihak, Fattah Jasin kepada Kabar Madura mengaku pernah diundang oleh partai koalisi Berbaur. Yang menghubunginya yaitu dari pihak PKB. Undangan tersebut dalam rangka silaturahmi berkoordinasi terkait pemilihan wabup Pamekasan. Tidak hanya dirinya, tujuh orang yang masuk dalam bursa cawabup turut hadir diundang dalam pertemuan tersebut.

Sebagai warga negara yang baik, ucap pria yang akrab dipanggil Gus Acing itu, mengaku siap dan bersedia diberi amanah sebagai wabup Pamekasan. 

Pernah menjadi Pj. bupati di Pamekasan selama enam bulan, baginya cukup membuatnya mengerti seluk beluk kabupaten berjuluk Gerbang Salam itu. Mulai dari para pejabatnya, masyarakatnya hingga seluruh program Kabupaten Pamekasan.

Menurutnya, wakil bupati tidak harus dari unsur partai pengusung atau dipaksakan dari partai koalisi. Hanya saja, penentuan cawabup dilakukan oleh partai pengusung. Partai pengusung berhak mengajukan siapa pun yang dianggap layak menjadi wakil bupati Pamekasan mendampingi Baddrut Tamam.

“Dalam hal memilih pemimpin, seharusnya yang dikedepankan adalah ahlinya. Mungkin di antara partai koalisi belum ada calon yang cocok,” ucap pria yang pernah maju sebagai calon bupati Sumenep itu.

Dengan bupati Pamekasan sendiri, Gus Acing mengaku teman dekat. Saat dirinya bertugas sebagai pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, sering berkomunikasi dengan Baddrut Tamam saat menjadi anggota DPRD Jawa Timur. Namun, sejauh ini belum ada komunikasi yang begitu intim berkaitan dengan pemilihan wabup Pamekasan.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *