Petugas Vaksinasi Kerja Bakti Dulu, Insentif Dibayar Seusai Kegiatan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) IKHLASKAN DULU: Rendahnya serapan dana pendukung vaksinasi di Sumenep membuat banyak kegiatan dan insentif petugas belum terbayarkan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Serapan dana pendukung vaksinasi di Sumenep hingga saat ini tergolong rendah. Dana tersebut mencakup kegiatan operasional, distribusi, pengamanan, penyediaan tempat penyimpanan vaksin hingga insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) yang berkenaan dengan kegiatan vaksinasi.

Kepala Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Rudi Yuyianto melalui Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Akuntansi Belanja Muhlis Hariyanto menegaskan, penyerapan yang rendah ini karena belum cairnya dana kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Semua pelaksanaan kegiatan vaksinasi masih belum terbayarkan, termasuk capaian  vaksinasi yang belum 100 persen,” katanya, Minggu (10/10/2021).

Bahkan serapan untuk insentif petugas yang berkenaan dengan vaksinasi juga masih rendah. Sebab, insentif diberikan pada saat sudah melakukan pelayanan vaksinasi. 

Namun Muhlis meyakini, akan ada kenaikan penyerapan setelah ada tambahan jumlah dosis vaksin yang dikirim. Sehingga anggaran untuk insentif nakes juga segera bisa dicairkan.

Untuk insentif nakes yang bertugas sebagai vaksinator, sebagian telah dibayarkan. Sedangkan sebagian lagi yang belum terbayarkan lantaran beberapa puskesmas belum mengajukan berkas pencairan. 

“Untuk tenaga kesehatan telah kita bayarkan insentifnya, namun ada beberapa puskesmas yang baru mengajukan pemberkasan, termasuk kebutuhan lainnya,” ucap dia. 

Selain nakes dan vaksinator, terdapat beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah mengajukan pencairan dan telah menerima dana penanganan Covid-19, seperti Satpol PP dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep. 

“Yang sangat rendah memang insentif tenaga kesehatan khusus vaksinasi,” tandasnya. 

Mengetahui hal itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk mempercepat serapan dana pendukung vaksinasi. Harapannya, pelaksanaan vaksinasi cepat selesai dan dapat bermanfaat pada masyarakat. 

“Dinkes wajib terus lakukan percepatan penyerapan vaksinasi,” tandasnya.

ANGGARAN DUKUNGAN VAKSINASI

Anggaran: Rp2.304.825.000,00

Terealisasi: Rp217.110.000,00 (9,42 persen) 

  • Dukungan operasional pelaksanaan vaksinasi

Anggaran: Rp23.325.000

Terealisasi: Rp23.325.000 (100 persen)

  • Distribusi, pengamanan, penyediaan tempat penyimpanan vaksin

Anggaran: Rp76.500.000

Realisasi: 22.875.000 (29,90 persen)

  • Insentif nakes vaksinasi

Anggaran: Rp2.205.000.000

Realisasi: Rp170.910.000 (7,75 persen)

 

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *