Pembangunan SPAM di Sumenep Bikin Kecewa KSM

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) DIREALISASIKAN: Pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) jaringan perpipaan di kawasan pedesaan yang tidak sesuai harapan masyarakat.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) jaringan perpipaan di Desa Sentol Laok bikin kecewa kelompok swadaya masyarakat ( KSM). Pasalnya, proyek yang dianggarkan Rp351 juta dinilai tidak ada tranparansi. Bahkan, CV Maduratech Globalindo sebagai pelaksananya kurang memperhatikan kualitas pekerjaan.

Kekecewaan terhadap proyek SPAM disampaikan oleh Ketua KSM Desa Sentol Laok Syahrul. Dia menuturkan dalam pekerjaannya itu, pihak pelaksana terkesan mengambil untung sendiri.

Bacaan Lainnya

“Mereka hanya di awal yang koordinasi, pas mau mengerjakan dan barang sudah sampai langsung dikerjakan tanpa koordinasi lagi ke kami, kok bisa seperti itu ya,” katanya, Jumat (8/10/2021).

Lebih lanjut dia mengutarakan, kejanggalan lain dalam pengerjaan itu tentang transparansi anggaran. Pihaknya meminta salinan rencana anggaran biaya (RAB) malah terkesan disepelekan dan tidak digubris.

“Kami minta salinan hibah dan RAB-nya melalui pesan WhatsApp tapi mereka hanya janji saja, mereka tidak mengindahkan,” imbuhnya.

Kepala Desa Sentol Laok Kecamatan Pragaan Abriyono juga mengatakan, pengerjaan SPAM milik Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Sumenep itu terkesan tidak ada etika dalam proses realisasinya. Selain tanpa koordinasi, beberapa pekerjaan terkesan disembunyikan.

Misalnya, yang menggali tanah untuk memendam pipa itu atau tenaga kerjanya mengambil masyarakat setempat. Padahal pihaknya sudah mengajukan, tetapi tidak diindahkan.

“Orang jauh semua pekerjanya, gali depan rumah orang tanpa pamit, memang tetap dikasih alangkah baiknya kan pamit dulu. Yang parah mulai kerja tidak pamit juga,” papar dia.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Sumenep Benny Irawan mengatakan, ketidakselarasan dalam pelaksanaan teknis itu bisa terasi dengan komunikasi yang baik. Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti terkait persoalan tersebut.

“Memang itu swadaya masyarakat tak coba kami koordinasikan dulu,” ujar dia.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *