Warga dan Mahasiswa Larang Truk Melintas di Jalan Bettet, Kasatlantas Polres Pamekasan Beri Jangka Waktu 30 Hari Sebelum Penilangan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) SOSIALISASIKAN SENDIRI: Warga dan aktivis PMII UIM melakukan sosialisasi dan memberhentikan truk di Jalan Ponpes Miftahul Ulum Bettet.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN  Setelah lama ditunggu, akhirnya rambu-rambu larangan melintas bagi truk, fuso, dan engkel dipasang di Jalan Nyalabu-Teja. Dengan rambu tersebut, kendaraan bermuatan material bangunan itu dilarang melintas ke jalan Desa Bettet. Rambu tersebut dipasang oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan, Selasa (12/10/2021).

Dengan dipasangnya rambu tersebut, warga Desa Bettet dan sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Madura (UIM) langsung turun mengalihkan kendaraan berat yang melintas. Mereka dibantu oleh empat anggota Satlantas Polres Pamekasan memberhentikan truk dan mensosialisasikan aturan baru itu kepada pengemudi.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Bettet H. Kusmawardi mengatakan, realisasi atas aspirasinya itu sudah lama ditunggu. Sebab, warga sudah trauma dengan seringnya kecelakaan yang terjadi akibat kendaraan berat melintas di sepanjang jalan Desa Bettet. Pihaknya bersyukur karena tidak sampai melakukan tindakan represif kepada pengemudi truk.

“Sudah sangat sering kecelakaan yang ditimbulkan oleh truk dan sejenisnya. Kami berterima kasih kepada instansi terkait. Terutama Dishub,” ucapnya.

Humas UIM Pamekasan Ishaq juga berterima kasih kepada pemerintah yang telah mendengarkan aspirasinya. Pihaknya melakukan sosialisasi sendiri kepada para pengemudi, karena Dishub hanya memasang plang tanpa mensosialisasikannya. Kebijakan tersebut diharapkan menjadi atensi kepada seluruh pengemudi.

“Ini jalan sangat rawan. Ada pesantren, ada kampus, ada sekolah, ada perumahan. Sangat padat sekali. Jadi pengemudi dump truk, mohon ini diperhatikan,” ucapnya. 

Kasatlantas Polres Pamekasan AKP Deddy Eka A menuturkan, setelah dipasangnya rambu-rambu tersebut, butuh waktu 30 hari untuk sosialisasi. Jika setelah 30 hari pengemudi kendaraan berat masih membandel melintas di jalur tersebut, maka pihaknya akan melakukan penindakan penilangan.

“Sebelum 30 hari, kami tidak bisa menindak. Jadi, sementara kami akan terjunkan anggota di sana untuk sosialisasi,” ucapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *