Aneka Batik Sambut MTQ Jatim XXIX dengan Hadirkan 100 Helai Batik Khas dan Limited Edition

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) MOMENTUM: Owner UD Aneka Batik H. Ahmadi berharap MTQ Jatim XXIX di Pamekasan jadi berkah bagi pelaku UKM batik khas Pamekasan.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Jawa Timur XXIX di Pamekasan membawa harapan segar bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM). Salah satunya bagi pelaku usaha batik.

Bahkan, UD Aneka Batik, salah satu pelaku usaha batik di Desa Klampar, Proppo Pamekasan itu menyiapkan 100 helai batik eksklusif.

KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN    

Batik limited edition yang jadi produk unggulan Pamekasan itu, bisa jadi oleh-oleh untuk dibawa pulang peserta dan pengunjung dari 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Nantinya, produk-produk istimewa itu akan ada stan khusus yang ada di setiap venue lomba. Stan tersebut memang disediakan Pemkab Pamekasan khusus untuk produk unggulan UKM di Pamekasan.

Ahmadi selaku owner Aneka Batik mengaku, momentum pelaksanaan MTQ Jatim XXIX membuatnya mempunyai semangat baru dalam membangkitkan usaha batik yang dirintisnya sejak lama.

100 helai batik tulis eksklusif yang disiapkan, memiliki kekhasan tersendiri, mulai dari motif sampai filosofi yang tergambar dalam batik tersebut. Hal itu bukan msutahil, karena Aneka Batik memang fokus di kreasu batik tulis desain klasik tanpa sentuhan desain daerah lain.

Harga yang akan dipatok cukup beragam,dari kisaran Rp100 ribu hingga Rp15 juta per lembar. Yang membedakan harga adalah model, desain dan keunikan motifnya. Selain itu, dalam produksinya dikerjakan sesuai dengan standar produk yang sangat teliti dan cara-cara khusus.

“Itu semuanya batik tulis dan motifnya klasik. 80 persen yang biasanya disukai pengunjung luar Pamekasan adalah batik Sekar Jagad dan Beras Tumpah,” papar H. Ahmadi kepada  Kabar Madura di gerai batiknya, Rabu (13/10/2021).

Namun menurut H. Ahmadi, promosi batik itu juga harus didorong dari organisasi perangkat daerah (OPD). Jika perlu, ada petugas khusus yang disiapkan untuk mengunjungi sentra batik. Tujuannya, agar pengunjung lebih mengenal batik tulis khas Pamekasan.

“Harapannya, semua peserta membeli batik tulis Pamekasan sebagai oleh-oleh, lebih-lebih dinas terkait juga membantu mempromosikan melalui acara ini,” ucap H. Ahmadi.

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *