Ngotot Sambung Air Ilegal di Kabupaten Sampang, Terancam Pidana

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) Dani Darmawan Direktur PDAM Trunojoyo Sampang

KABARMADURA.ID | SAMPANG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Trunojoyo Sampang mulai bekerjasama dengan penegak hukum. Tujuannya, untuk meminimalisir adanya oknum yang melakukan sambungan ilegal. Sehingga jika diketahui ada yang memaksa dan terjaring operasi sambungan ilegal (opsil) akan diproses secara hukum.

Sebelumnya, PDAM sudah menertibkan 54 sambungan ilegal. Sebagian warga diminta melegalkan penyaluran air. Sedangkan bagi warga yang menolak, akan memberikan tindakan langsung berupa penutupan saluran. Namun, jika ada yang memaksa menyambung ilegal akan dilaporkan ke penegak hukum.

Bacaan Lainnya

Direktur PDAM Trunojoyo Sampang Dani Darmawan mengaku, sudah memerintahkan kepada bawahannya untuk menyisir opsil. Tindakan awal, akan diarahkan kepada warga untuk melegalkan. Jika masih melanggar, akan diproses sesuai prosedur hukum. “Kami sudah saatnya melakukan tindakan tegas. Peringatan dan himbauan sudah kami lakukan. Jika masih sengaja melanggar, biar penegak hukum yang mengatasi,” ujarnya, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya, sudah meneken kerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang sudah lama. Namun sejak itu, PDAM masih memberikan toleransi dengan melakukan pengarahan dan himbauan. Bahkan salah satu kerugian PDAM bukan hanya tunggakan. Namun hilangnya debit air tidak terdeteksi. Salah satunya, banyak sambungan ilegal. Sehingga perlu dilakukan penertiban secara tegas.

“Sampai saat ini belum ada yang dilaporkan. Karena dari temuan sementara belum ada pelanggaran berat. Sebagian pelanggar melegalkan sambungannya. Sementara sisanya, jalur sambungan ditutup.  Kita sudah berkoordinasi dengan kejaksaan. Jika setelah ini akan dilakukan laporan pelanggar opsil. Terutama sambungan yang sudah ditutup, tapi menyambung secara ilegal lagi,” jelasnya.

Untuk diketahui, per akhir September sebanyak 54 sambungan ilegal ditertibkan. Diantaranya, 19 titik di Kecamatan Kota Sampang, 10 titik di Kecamatan Kedungdung dan 5 sambungan di Kecamatan Torjun. Termasuk 20 sambungan di Kecamatan Ketapang.

Reporter : Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *