STKIP PGRI Sumenep Antarkan 8 Mahasiswa dalam Program Pejuang Muda

  • Whatsapp
(FOTO: KM/STKIP PGRI Sumenep for KM ) LOLOS: 8 mahasiswa PGRI Sumenep mampu bersaing hingga masuk pada program Pejuang Muda.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumenep sukses mengantarkan mahasiswanya masuk pada program Pejuang Muda.

Ketua STKIP PGRI Sumenep Asmoni mengaku sangat bersyukur atas mahasiswanya yang lulus dalam program tersebut. Sebab, dengan program tersebut, nantinya mahasiswa tersebut akan fokus pada pengalaman social entrepreneurship (kewirausahaan sosial).

“Mahasiswa diberikan kesempatan mencari pengalaman di lapangan secara langsung ke daerah prioritas,” katanya, Kamis (14/10/2021)

Daerah proritas yang dimkasud, yakni daerah pascabencana, daerah kantong-kantong kemiskinan, daerah komunitas adat terpencil (KAT).

Program Pejuang Muda merupakan kolaborasi Kementerian Sosial dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) sebagai bagian dari upaya percepatan pengentasan masalah sosial.

“Kami sangat apresiasi kepada para mahasiswa yang telah berjuang dalam program tersebut. Ada 8 mahasiswa yang lulus program Pejuang Muda Kemensos ini,” tutur Asmoni.

Dijelaskan, melalui program Pejuang Muda, mahasiswa memiliki kesempatan belajar secara langsung di masyarakat. Selain itu, mahasiswa memiliki peluang belajar sekaligus berkolaborasi dengan banyak pihak. Atas capaian tersebut, dia berharap menjadi acuan bagi mahasiswa lain untuk terus aktif dalam mengikuti setiap program yang dikeluarkan kementerian.

Program Pejuang Muda juga merupakan laboratorium sosial bagi para mahasiswa. Harapannya, dapat mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya untuk memberi dampak sosial secara konkret.

Melalui program setara 20 satuan kredit semester (SKS) ini, mahasiswa akan ditantang untuk belajar dari warga sekaligus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pemuka masayarakat, tokoh agama setempat serta seluruh stakeholder penggerak sosial di daerah.

“Ke depan, kami harap mahasiswa kami tidak gugup ketika berhadapan dengan masyarakat,” tukasnya.

Dari 8 mahasiswa yang lolos program itu, salah satunya adalah Sahid. Dia mengaku sangat bangga sudah lulus dalam program Pejuang Muda. Menurut dia, kelulusan tersebut merupakan hasil kerja keras dirianya serta para dosen serta kedua orang tuanya.

“Alhamdulillah saya dan teman-teman lainnya lulus, tidak menyangka saja bisa lulus. Saya berterima kasih kepada semua yang membantu dan mendukung,” tukasnya.

Sahid berjanji akan lebih aktif mengabdikan diri kepada masyarakat yang menjadi fokus program. Dalam menjalankan program Pejuang Muda, dia mengambil fokus tentang pemberdayaan fakir miskin dan lansia

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *