Kepastian Informasi Kenaikan Tarif Haji di Bangkalan Tidak Resmi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHHA) BUTUH KEPASTIAN:Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan tidak terlalu menanggapi adanya informasi tentang kenaikan tarif haji sebelum ada edaran dari Kemenag pusat.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Adanya informasi mengenai kenaikan tarif pendaftaran dan pelunasan haji tahun 2022 cukup mendapat respon aktif dari Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan. Bahkan meminta agar Calon Jamaah Haji (CJH) ikut andil dan aktif bersuara. Sebab informasi masih berada di tatanan Kemenag pusat.

“Harusnya informasi ini tidak terlalu disebar, karena belum ada surat edaran (SE) resmi dari Kemenag pusat. Makanya kami tidak terlalu menanggapi adanya informasi ini,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Bangkalan Wafir, Minggu (17/10/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kenaikan tarif tidak mungkin dilakukan jika belum ada sosialisasi atau pemberitahuan CJH. Bahkan, kemungkinan besar jamaah tidak akan setuju. Sebab kegagalan berangkat sudah membuat mereka lelah menunggu. “Susah sepertinya untuk jamaah, makanya lebih baik tidak dinaikkan,” ucapnya.

Sementara itu, anggota DPR RI Komisi VIII Hazani Bin Zubair mengatakan, CJH tidak mudah percaya mengenai informasi yang masih belum pasti. Namun para CJH harus mendengarkan informasi dari pihak yang berkompeten mengenai kenaikan tarif haji di 2022 nanti.

“Misal dari Kemenag pusat. Ini sumber informasi yang harus diikuti. Karena banyak sekali informasi saat ini yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Akibatnya, hanya membuat CJH bingung. Kerajaan Saudi sudah menerima untuk calon jamaah umroh. Hanya saja saat ini masih menyelesaikan teknisnya bersama Kemenag pusat,” responnya usai mengisi acara tentang Inseminasi CJH di Bangkalan.

Salah satu teknis yang dipersiapkan berupa booster vaksin yang akan disuntikan kepada calon jamaah. Namun untuk saat ini, masih berupaya mendorong pemerintah untuk memberikan informasi yang bisa dipertanggung jawabkan. “Apakah calon jemaah disuntik vaksin di Saudi atau di Negara sendiri, jadi kita menunggu informasi terbaru. Saya harap pemerintah mampu berupaya agar bisa memberikan sosialisasi dan informasi yang bisa dipertanggung jawabkan,” tegasnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *