Unira Lepas 19 Mahasiswa Program Kampus Merdeka

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) BANGUN KEBHINEKAAN: Rektor Unira Dr. Faisal Estu Yulianto melepas 19 mahasiswanya dan menerima 18 mahasiswa dari program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN Untuk mengenalkan keberagaman dan tumbuhnya jiwa nasionalisme di kalangan mahasiswa, Rektor Universitas Madura (Unira) Dr. Faisal Estu Yulianto melepas 19 mahasiswanya untuk berpartisipasi pada program Kampus Merdeka.

Program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi  (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia (RI) yang dilaksanakan di Unira tersebut, mengambil tema “Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Lantai 3 Unira, Senin (17/10/2021) secara hybrid. Tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Selain melepas 18 mahasiswanya, Unira  juga menerima 18 orang mahasiswa dari luar Jawa untuk belajar di Unira selama 1 semester.  .

Menurut Rektor Unira Dr. Faisal Estu Yulianto, tujuan besar dari adanya pertukaran mahasiswa tersebut, supaya Madura semakin dikenal, sehingga bisa membangun kebhinekaan yang diiringi dengan tumbuhnya jiwa nasionalisme yang kuat. Juga bisa merekatkan persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Harapannya rasa kebhinekaan, rasa nasionalisme kita semakin bagus, semakin kuat, sehingga melalui program ini sangat baik untuk memperkenalkan budaya, bahwa Indonesia itu besar, dan punya budaya yang luar biasa,” tuturnya

Faisal berjanji akan memfasilitasi dengan baik 18 mahasiswa dari luar Jawa tersebut. Sedangkan mahasiswa delegasi Unira juga diharapkan menjadi duta perdamaian, persatuan dan kesatuan, dengan menjunjung tinggi etika moral masyarakat Madura.

“Jaga diri baik-baik, jaga almamater, jaga nama baik orang-orang Madura di rantau, sehingga bisa menambah  saudara sebangsa dan setanah air,” pungkas Dr. Faisal.

Sementara itu, menurut Person In Charge (PIC) Pertukaran Mahasiswa Merdeka Unira Dr. Moh. Zayyadi, secara teknis, proses pertukaran mahasiswa tersebut sebelumnya sudah melalui seleksi oleh pemerintah pusat.

Namun syarat utamanya adalah mahasiswa semester 5 dari perguruan tinggi seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, Unira juga mendelegasikan 3 dosen terbaiknya pada program tersebut.

“Pertukaran ini, yang dari Jawa ke luar Jawa, sebaliknya yang dari luar Jawa masuk ke Pulau Jawa,” urai DR. Zayyadi.

Sedangkan salah  satu mahasiswa Unira yang menjadi delegasi, Desi Ratna Yanti, menyampaikan terima kasih kepada civitas akademika Unira yang telah mendukung dalam program tersebut. Mahasiswa jurusan pendidikan Matematika ini berjanji akan memberikan yang terbaik demi harumnya nama Unira.

“Pastinya alhamdulillah menjadi salah satu mahasiswa yang diterima pada program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dari sekian ribu mahasiswa di luar sana, dan bersyukurnya saya ditempatkan di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh,” ucap Desi .

Sedangkan Basyariah, mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar yang akan belajar di Unira itu mengaku mendapat kesan yang baik begitu pertama datang ke Unira. Dengan penyambutan yang sangat ramah, dia yakin akan mendapatkan berbagai pengetahuan yang berharga selama berada di Madura.

“Harapannya semoga dapat memperkenalkan kebudayaan kami, dan kami bisa membawa pulang seluruh pengetahuan yang kami terima dari universitas ini dengan baik,” kata Basyariah.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *