Fraksi Partai Demokrat DPRD Pamekasan Usulkan Pembentukan BUMD Berbasis Potensi Daerah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) BANGUN BUMD: Anggota DPRD Pamekasan mengusulkan pendirian tiga BUMD baru untuk meningkatkan pendapatan daerah.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan tahun anggaran 2022 dalam tahap pembahasan. Salah satu anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Pamekasan Ismail meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Ia mengatakan, tingginya PAD itu akan bisa dicapai jika pemberdayaan di bidang ekonomi konsisten dilakukan. Bahkan pihaknya berharap, pendapatan daerah bisa mencapai Rp400 miliar.

Ia menilai, keuntungan akan diraup Pemkab apabila semua potensi dikelola dengan optimal. Sebab itu, pihaknya mengusulkan agar Pemkab mendirikan badan usaha milik daerah (BUMD) baru berbasis potensi daerah. Usulan tersebut di antaranya BUMD garam, BUMD tembakau, dan BUMD migas.

“Dengan menyerap, mengelola, dan memproduksi garam konsumsi, garam dari Pamekasan dikelola di Pamekasan dan dijual ke seluruh penjuru dunia,” ucapnya.

Selain itu, kehadiran BUMD tembakau menurutnya mampu mengatasi jeritan para petani tembakau yang nasibnya selalu dipermainkan dan ditentukan oleh kebijakan pabrikan pembeli tembakau. BUMD migas disebut juga dapat meningkatkan ekonomi daerah. Sebab menurutnya, Pamekasan juga memiliki potensi minyak dan gas. BUMD migas dapat melakukan eksplorasi sendiri atas kekayaan alam sendiri.

“Jadi, kehadiran tiga BUMD tersebut selain laba yang nantinya akan menambah PAD, juga yang paling penting adalah menambah kesejahteraan Pamekasan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pamekasan Taufikurrachman menyambut baik usulan tersebut. Bahkan menurutnya, jika tiga BUMD tersebut berdiri, akan banyak permasalahan yang teratasi. Namun, ia menambahkan, perlu dilakukan kajian mendalam terkait hal itu, terutama perihal anggaran daerah.

“Bagus sebenarnya. Tapi itu perlu kajian yang mendalam dulu. Tidak bisa ujug-ujug bangun,” ucapnya.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *