Insentif Guru Ngaji dan Madin di Bangkalan Tersendat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) NGADAT: Realisasi insentif guru ngaji dan madin di Kabupaten Bangkalan belum tuntas.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Hingga triwulan ketiga, realisasi insentif guru ngaji dan madrasah diniyah (madin) belum tuntas. Salah satu kendalanya, proses pencairan berbeda dari sebelumnya. Yakni, guru ngaji dan madin tidak perlu ngantri di bank. Akan tetapi sudah menggunakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Namun, dari 9.312 guru ngaji dan madin, masih 801 orang yang sudah memiliki ATM.

Sedangkan sisanya, 8.511 penerima insentif sebesar Rp200 ribu perbulan tersebut belum memiliki ATM. Bahkan, 801 orang  merupakan warga Bangkalan. Rinciannya, 515 orang guru ngaji dan 286 madin. Hal ini diungkapkan Koordinator (Korkab) Tim Verifikasi dan Validasi (Verval) Guru Ngaji dan Madin Bangkalan Moh. Kamil, Minggu (24/10/2021).

Menurutnya, setelah para guru ngaji dan madin menerima ATM agar melakukan aktivasi kartu ATM ke bank yang telah ditunjuk sebagai penyalur. Sehingga insentif setiap bulan bisa langsung diambil secara mandiri. “Baru bisa diambil insentifnya selama tiga bulan. Jadi nanti setiap tiga bulan sekali, guru ngaji dan madin bisa langsung mengambil di ATM tanpa harus menunggu instruksi dari kami bahwa sudah cair,” ujarnya.

Mantan Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut menuturkan, saat ini pemberian ATM masih di satu kecamatan. Namun dalam seminggu kedepan, pemberian ATM akan dilakukan di semua kecamatan yang telah terjadwal. Bahkan akhir Oktober ini,  akan menyelesaikan pemberian kartu ATM tersebut di semua kecamatan.

“Untuk kecamatan lain insyaallah kami berikan mulai Senin depan. Setiap hari akan ada dua kecamatan yang akan kami berikan ATM. Sehingga guru ngaji dan madin langsung bisa mencairkan secara mandiri,” janjinya.

Sementara itu Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, pemberian kartu ATM insentif guru ngaji dan madin untuk mempermudah penarikan. Selain itu, agar lebih tepat sasaran. Sehingga mampu meminimalisir adanya pemotongan insentif. “Tujuannya agar tepat sasaran dan penerima manfaat ini bisa mengambil sendiri kapan saja tanpa ada koordinator dan potongan-potongan,” responnya.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengaku, sudah konfirmasi pihak Bank Jatim sebagai bank penyalur untuk penerima insentif guru ngaji dan madin sudah tercetak sebanyak 5 ribu kartu. Untuk itu, dia berharap dua minggu kedepan sudah tuntas tercetak. “Mudah-mudahan dengan konsep baru yang dilakukan pemberian bantuan itu lebih tepat sasaran,” harapnya.

Data Guru Ngaji dan Madin

  • Memiliki ATM
    • 801 orang
  • Belum memiliki ATM
    • 511 orang

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *