Bapemperda DPRD Sampang Prioritaskan Perda Difabel Tuntas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHORRAHMAN)

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Badan pembentukan peraturan daerah (Bapemperda) DPRD Sampang memprioritaskan perda perlindungan untuk kaum difabel atau disabilitas. Bahkan berjanji,  awal tahun regulasi rampung. Hal ini diungkapkan Ketua Bapemperda DPRD Sampang Moh. Faruq, Minggu (24/10/2021).

Menurutnya, sudah melakukan pertemuan di internal pembentukan regulasi. Alhasil, perda perlindungan disabilitas menjadi prioritas untuk diselesaikan. Namun aturan itu, bisa rampung dan disahkan tahun depan.

Bacaan Lainnya

“Kami akan prioritaskan, namun juga harus bersabar. Karena masih ada beberapa tugas dan kewajiban yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, perda perlindungan disabilitas saat ini sifatnya masih pengusulan. Sebab pada 2021, ada tujuh raperda inisiatif DPRD yang sudah masuk. Tujuh raperda itu, masuk instrumen perencanaan program pembentukan peraturan Daerah (propemperda) yang dilakukan secara terencana, terpadu dan sistematis. Yakni, dari usulan tingkat fraksi maupun komisi.

“Kami sudah sepakat bersama anggota bapemperda lainnya. Jika perda ini jadi prioritas. Namun, pengesahannya akan dilakukan tahun 2022,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan, perda itu akan dimasukan dalam bapemperda 2022. Yakni, bersamaan dengan pengesahan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) murni tahun depan. Sehingga pembahasannya akan dimulai sejak awal awal tahun.

Moh. Faruq mengatakan, kaum disabilitas perlu perlindungan. Terlebih adanya penganiayaan terhadap difabel beberapa waktu lalu. Termasuk perlindungan lain yang menjadi kewajiban mereka. “Kami akan membahas perlindungan dari berbagai aspek. Sehingga mereka juga dilindungi sesuai haknya. Tahun depan kami mulai membahasnya,” tegasnya.

Ditanya soal fasilitas terhadap kaum disabilitas? Pihaknya mengaku, sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) dan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).  Kemungkinan tahun depan akan dianggarkan bantuan kursi roda untuk kaum disabilitas.

Sebelumnya, DPRD juga didatangi oleh kelompok disabilitas. Mereka meminta perlindungan dengan dibentuknya perda khusus disabilitas. Hal itu dilakukan, setelah adanya beberapa kejadian yang menimpa kaum difabel.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *