Ribuan PU di Bangkalan Gagal Terima Bantuan Modal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) DANA HIBAH: Mayoritas pelaku usaha (PU) penerima bantuan modal dari United States Agency for International Development (USAID) Indonesia merupakan alumni pesantren di Bangkalan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Demi mengembangkan potensi pelaku usaha (PU), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mengalokasikan bantuan dana hibah. Sedikitnya 300 pelaku usaha akan menerima bantuan yang bersumber dari United States Agency for International Development (USAID) Indonesia. Setiap pelaku usaha akan memperoleh dana hibah sebesar Rp1,4 juta.

Namun bantuan tersebut tidak mengkaver seluruh pengusaha di daerah yang identik dengan slogan Kota Salak. Dari 1.300 pelaku usaha, hanya 300 orang yang ditetapkan sebagai penerima. Sisanya, 1.000 pelaku usaha gagal menerima bantuan hibah. Sebab ada seleksi khusus untuk penerima. Hal ini diungkapkan Direktur Foundation USAID Indonesia Mirza Kusuma, Senin (25/10/2021).

Menurutnya, mayoritas penerima bantuan hibah merupakan alumni pesantren. Sesuai ketentuan seleksi, penerima diprioritaskan berasal dari kalangan pondok pesantren (ponpes). Selain itu, kompetensi dan nilai produk usaha juga menjadi pertimbangan untuk memperoleh bantuan hibah. Bahkan diutamakan, hasil produksi usaha murni kreatifitas para peserta.

“Jadi penerima harus melalui kompetensi usahanya. Diutamakan tidak meniru produk orang lain yang sudah ada. Kami bekerjasama dengan komunitas, kiai dan organisasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Bangkalan. Kedepan kami berharap pelaku usaha yang belum lolos bisa meningkatkan produk usahanya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, usulan para pelaku usaha kepada Foundation USAID Indonesia tidak hanya dari kalangan ponpes. Melainkan dari usaha milik perempuan dan disabilitas. Hanya saja, mayoritas pengajuan berasal dari kalangan ponpes. Sedangkan tujuannya, agar ketika santri lulus bisa mendiri.

“Bantuan ini berupa modal, jadi nanti para pelaku usaha bisa lebih mandiri dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lain,” responnya.

Mantan Wakil DPRD Bangkalan tersebut memaparkan, dengan bantuan itu diharapkan peserta pelaku usaha lebih luas. Khususnya di lini ponpes. Sehingga bisa memperoleh kesempatan pelatihan. “Kedepan khususnya pemuda, disabilitas dan perempuan di Bangkalan bisa lebih berinovasi dan kreatif, serta tidak meniru hasil karya orang lain dalam berwirausaha,” harapnya.

Ketentuan dan Data Penerima Hibah Foundation USAID Indonesia

  • Diprioritaskan alumni pesantren
  • Memiliki produk sendiri
  • Kreatif

Jumlah PU yang Diajukan

  • 300 PU
    • 300 PU lolos
    • 000 PU gagal
  • Setiap PU akan menerima bantuan Rp1,4 juta

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *