Pagelaran Karya Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan Tunggu Pengumuman Gelar Pahlawan Nasional

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) SEGERA: Pelaksanaan pameran karya tentang Syaikhona Muhammad Kholil sempat tertunda karena kebijakan PPKM, namun rencana itu akan dilanjutkan lagi.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Pagelaran karya untuk memperluas informasi mengenai karya Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, akan dilakukan usai keputusan pengumuman gelar pahlawan nasional.

Rencana pagelaran yang diusulkan oleh dzurriyah Syaikhona Muhammad Kholil sebelumnya pernah akan diselenggarakan, tetapi tertahan karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sehingga pameran batal digelar.

Bacaan Lainnya

Salah satu santri dan pengamat sejarah di Bangkalan, Ahmat Mufit menyampaikan, pada pertengahan Juli lalu,  pameran itu rencananya akan digelar selama 3 hingga 5 hari.

Namun menurutnya, pameran karya itu harus tetap terlaksana. Sebab, pagelaran itu efektif sebagai media informasi dan edukasi bagi masyarakat secara umum, sehingga bisa membuat para pengunjung lebih tertarik. Meskipun mayoritas yang datang tetap lebih banyak hanya mengharap barokah.

“Bagi para akademisi, karya beliau merupakan sesuatu yang penting dan sangat bagus untuk dipelajari,” ulasnya.

Bahkan, jika dirasa perlu, maka pemerintah setempat juga harus memikirkan solusi agar bisa membangun gedung islamic center yang terpusat dengan karya Syaikhona Muhammad Kholil.

Selain itu, pihaknya juga mendorong agar pagelaran kembali dilaksanakan sambil lalu menunggu pengumuman gelar pahlawan disampaikan. Agar nanti masyarakat juga sudah tahu betul apa saja peran dan juga yang telah dilakukan guru bangsa tersebut.

“Kalau saya inginnya dibedakan, jadi pengunjung nanti yang akan memilih,” tuturnya.

Sedangkan Ketua Tim Pengusul dan Penggagas Gelar Daerah Muhaimin membenarkan batalnya pagelaran karya yang dimaksud lantaran PPKM. Namun akan direncanakan lagi.

Sementara, pihaknya mengaku menginginkan fokus pada hasil pengajuan gelar pahlawan selesai. Setelah sudah jelas diumumkan oleh presiden, maka pameran bisa direncanakan lagi. Sebab, yang menggelar itu dari Lajnah Turots Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil. Jadi tidak bisa langsung direncanakan dalam waktu dekat.

“Kami masih mau fokus ikhtiar dan menunggu hasil dari presiden pada 10 November mendatang dulu,” ujar Muhaimin.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *