GOW Sumenep Gelar Seminar Deteksi Dini Penyakit Menular

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) SEMANGAT: Pelaksanaan seminar oleh GOW secara ketat protokol kesehatan berjalan sukses.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Dalam rangka program 2024 Sumenep bersih atau eliminasi dari penyakit TBC (tuberkulosis), Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sumenep kian getol menggelar seminar deteksi dini penyakit menular. Kegiatan itu diharapkan menjadi salah satu solusi meminimalisir penyakit di Kota Keris tersebut.

Ketua GOW Sumenep Chusnul Khatimah menyampaikan, kegiatan seminar itu mengundang 27 perwakilan organisasi wanita. Tujuan seminar itu dalam rangka memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang bahayanya penyakit TBC.

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, berdasarkan data tahun 2020 jumlah penderita tertinggi masih Jawa Timur (Jatim) dan kabupaten berjulukan Kota Keris ini paling tinggi di antara kabupaten-kabupaten di Jatim.

“Upaya ini sebagai langkah kepedulian GOW terhadap pentingnya kesehatan, peran wanita sangat dibutuhkan, sehingga sangat urgen dalam mengetahui materi kali ini. TBC tidak serta merta langsung dirasakan maka perlu deteksi sejak dini,” kata Ima, sapaan akrabnya, Kamis (28/10/2021).

Ditambahkan Imma, kegiatan ini dirancang untuk mendorong eliminasi TBC. Sehingga hal itu menjadi salah satu motor agar program 2024 bersih dari penyakit TBC dapat dengan mudah terwujud.

Sebagai langkah awal dalam mencegah penyakit menular, sebaiknya masyarakat harus membiasakan hidup sehat. Mulai mengkonsumsi makanan-makanan bergizi, membiasakan hidup bersih (cuci tangan)  pakai masker dan yang lainnya.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kampanye, setelah peserta tahu tentang gejala TBC, penyebabnya apa, upaya awal apa, itu akan disampaikan dalam seminar ini,” imbuhnya.

Istri Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep itu juga berharap, agar seluruh masyarakat mengetahui dan menyadari akan bahayanya penyakit yang mematikan itu. Sehingga menjadi tugas bersama-sama terutama masyarakat paling timur Pulau Madura untuk memerangi bersama-sama penyakit menular tersebut.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *