Pengawasan Mangrove di Bangkalan Harus Libatkan Desa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) DILINDUNGI: Ekosistem mangrove di pesisir pantai Bangkalan belum aman dari penebangan secara ilegal.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN – Kawasan taman edukasi mangrove di Desa Labuhan Kecamatan Sepulu Bangkalan belum aman. Beberapa hari lalu, warga melihat banyak pohon mangrove ditebang oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Sehingga pengawasan harus digalakkan, baik melibatkan warga ataupun organisasi pemerintah daerah. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan Anang Yulianto, Senin (8/11/2021).

Menurutnya, pengemban wewenang atau pengawasan mangrove bukan sepenuhnya tugas pemerintah daerah, melainkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Hanya saja, untuk pengawasan penebangan liar menjadi tanggung jawabnya. Yakni, melakukan pelestarian pohon yang mampu mengurangi resiko abrasi. “Untuk menjaga agar tidak ditebang sembarangan, kami juga harus ikut andil untuk pengawasan,” ujarnya.

Pihaknya menuturkan, pengawasan akan lebih optimal jika dilakukan koordinasi dan kerjasama dengan banyak pihak. Salah satunya masyarakat, pemerintah desa dan juga para kader penyuluh, seperti Dinas Perikanan (Diskan). Sehingga masyarakat harus aktif melaporkan ketika terjadi penebangan liar.

“Ketika ada laporan masuk ke dinas, kami akan menindak lanjuti, baik dengan peringatan atau dengan teguran. Karena tidak mungkin yang menebang orang jauh, pasti orang dekat sana juga, makanya kami harus koordinasi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Diskan Bangkalan Mohammad Zaini menjelaskan, pelestarian ekosistem mangrove sangat mempengaruhi pencegahan abrasi di tepi laut. Sehingga butuh upaya pengawasan, agar pertumbuhan mangrove tidak terganggu. Hingga saat ini, belum menerima laporan apapun dari nelayan dan penyuluh mengenai penebangan liar. Namun kedepan, akan meminta para penyuluh ikut serta mengawasi dan proaktif mendampingi masyarakat.

“Agar tidak takut melaporkan jika ada penebangan liar. Karena mangrove ini sangat bermanfaat bagi pesisir, agar lahan tepi pantai tidak terkikis. Kami akan meminta nelayan dan penyuluh juga ikut serta aktif mengawasi, agar ekosistem mangrove ini tetap terjaga,” janjinya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *