Dinsos Bangkalan Tidak Memiliki Panti Rehab

(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) PEMBINAAN: Anak jalanan (anjal) dan pengamen yang terjaring razia dibawa ke Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangkalan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Penanggulangan dari hasil operasi gabungan khusus kegiatan penyakit masyarakat (pekat) di Bangkalan, menjadi pembahasan yang cukup penting untuk direalisasikan. Sebab dari hasil operasi, masih banyak pekat di daerah yang identik dengan slogan Kota Salak. Seperti, anak jalanan (anjal), pengamen, tunawisma hingaa pekerja seks komersial (PSK).

Hanya saja, selama ini pekat yang terjaring hanya diberikan pembinaan dan surat pernyataan. Sebab Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan belum memiliki panti rehab. Biasanya, anjal dan PSK yang terjaring operasi dikirim ke Balai Rehab di Sidoarjo. Namun dua tahun terakhir, hanya diberikan pembinaan berupa motivasi dan surat pernyataan tidak akan mengulangi kembali.

“Kami tidak lagi mengirim, lantaran wabah Covid-19 ini. Apalagi, prosedurnya cukup banyak, harus swab, keterangan kesehatan, vaksin dan masih ada lainnya. Sedangkan kami sendiri di daerah belum memiliki tempat penampungan sementara,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinsos Bangkalan Ahmad Riyadi, Senin (8/11/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya,  terakhir mengirim 17 anjal ke Sidoarjo tahun 2018 lalu sebelum wabah Covid-19. Mereka yang dikirim memang tidak memiliki tempat tinggal dan tidak memiliki orang tua. Jika masih ada orang tua dan kerabat, instansinya hanya memanggil wali atau orang tuanya. Begitupula dengan PSK dan tunawisma.

“Jadi sementara kami berikan pembinaan, motivasi dan surat pernyataan tidak mengulangi. Kalau dikirim ke Sidoarjo pastinya akan ada pembinaan dan pelatihan keterampilan setelah mereka keluar dari sana,” ucapnya.

Dia menegaskan, sempat ada rencana untuk pembangunan panti rehab. Hanya saja, terkendala anggaran selama dua tahun terkena refocusing untuk penanganan Covid-19. Sesuai rencana, bangunan panti rehab akan disatukan dengan rumah aman. “Insyaallah kalau tidak terkendala lagi akan dilaksanakan tahun 2022 ini. Semoga lancar dan bagi yang pernah terjaring operasi pekat tolong jangan diulangi lagi demi ketertiban masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangkalan Urip Riyanto mengaku, sebagai penegak hukum hanya berwenang mengamankan dan melakukan pendataan. Sedangkan untuk alurnya, setelah diamankan memberikan  pembinaan dan pendataan untuk diserahkan ke Dinsos.

“Selanjutnya terserah Dinsos mau dikemanakan, ternyata dari Dinsos disuruh diberikan pembinaan dan pendataan saja,” bebernya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan