Aset Kendaraan R4 di Sampang Terabaikan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) BERJEJER: Sejumlah aset kendaraan roda empat (R4) tidak lagi digunakan, para pejabat di Sampang lebih memilih menyewa kendaraan baru.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Pengelolaan aset kendaraan perlu dibenahi. Sebab tidak semua aset terinventarisir. Akibatnya, banyak aset rusak tanpa perawatan. Terutama kendaraan roda dua dan empat. Hal ini diungkapkan Pembina Pusat Kajian Transparansi Anggaran (Pustaka) Indonesia Syamsudin, Selasa (9/11/2021).

Menurutnya, mayoritas aset kendaraan yang rusak tanpa pemanfaatan yang maksimal. Hal itu terjadi, lantaran adanya pengadaan baru. Terutama untuk jenis kendaraan roda dua. “Sama saja membuang-buang anggaran. Kroscek saja, berapa kendaraan yang tidak dipakai dari sejumlah dinas. Padahal kondisinya masih bagus, cuma pemanfaatannya tidak maksimal,” ujarnya.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat terkesan terabaikan. Kondisi ini terjadi pada kendaraan dinas di DPRD Sampang. Bahkan beberapa aset kendaraan tidak jelas keberadaannya. Rata-rata, pimpinan menggunakan mobil baru dengan sistem pemakaian sewa melalui anggaran pemerintah. Sementara untuk kendaraan lama malah tidak dioperasikan.

“Ada beberapa mobil Nissan Ekstrail, termasuk mobil Nisaan lainnya. Padahal kondisinya masih cukup bagus untuk dimanfaatkan,” beberanya.

Pihaknya memastikan, tidak semua aset bergerak terinventarisir. Bahkan, beberapa kendaraan roda dua seperti hak milik pemakainya. Mirisnya, pencatatan yang dilakukan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) cukup meragukan. Setiap tahun hanya mengandalkan lelang kendaraan.

“Kami harapkan ada semacam evaluasi untuk aset kendaraan ini. Agar tidak terkesan membuang-buang anggaran dari adanya pengadaan kendaraan baru, sedangkan kendaraan lama masih layak untuk dimanfaatkan,” sarannya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Aset BPPKAD Sampang Bambang Indra Basuki mengaku, sudah menginventarisir semua aset.  Bahkan mengklaim, tidak satupun aset yang tidak terdata. “Tidak mungkin ada aset yang tidak tercatat. Semua dilaporkan oleh dinas terkait dan kami pantau terus perkembangannya,” responnya singkat.

Reporter : Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *