Dinkes Bangkalan Siapkan Rp5 M Antisipasi Gelombang Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M) Sudiyo: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Menurunnya kasus Covid-19 di Bangkalan malah menjadi atensi Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan. Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo menganggap banyak masyarakat melonggarkan kegiatan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kondisi itu membuatnya khawatir akan ada gelombang baru secara tiba-tiba. Sedangkan untuk mengantisipasi gelombang itu, pihaknya menganggarkan Rp5 miliar untuk penanganan Covid-19.

Bacaan Lainnya

Sudiyo telah menerima peringatan adanya gelombang kenaikan lagi pasca Natal dan tahun baru (Nataru) dari Kemendagri. Diperkirakan, puncak kenaikan tersebut akan berlangsung pada Januari hingga Februari. Maka, antisipasi dan kewaspadaan di tengah lengahnya kasus menjadi perhatian instansinya.

“Masyarakat melonggarkan sendiri, kalau klaster baru kami takutnya tertular dari wilayah lain,” katanya, Selasa (9/11/2021).

Selama masyarakat melonggarkan kegiatan sehari-hari, memang diakuinya belum memunculkan kasus baru. Sejauh ini, per  8 November 2021 belum ada kasus baru. Pasien aktif pun hanya lima orang, tiga di antaranya dirawat di rumah sakit dan 2 orang lainnya dirawat di rumah isolasi terpadu (isoter). Begitu pula dengan kasus kematian, tercatat nihil.

“Khawatir ada lonjakan kasus, karena prediksi para ahli yang kami terima ada lonjakan sekitar bulan Januari, Februari atau Maret,” papar pria dengan sapaan Yoyok ini.

Mantan kepala Puskesmas Blega ini menuturkan, karena kerumunan masyarakat akan sangat luar biasa pada akhir dan awal tahun nanti, dia mewanti-wanti masyarakat untuk tidak bosan melakukan protokol kesehatan (protkes) demi melindungi diri sendiri. Karena jangan sampai lonjakan kembali terjadi seperti bulan Mei 2021 lalu.

“Tidak usah meminta protkes orang lain, tapi saya pesan melakukan protkes diri sendiri, agar terhindar nanti,” pesannya kepada masyarakat untuk tetap mentaati protkes.

Antisipasi dan pencegahan yang akan dilakukannya jika terjadi lonjakan kasus. Dia akan mengaca pada kenaikan beberapa bulan lalu. Metode dan penanganan yang akan dilakukannya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Mulai karantina wilayah hingga tracing dan tracking.

Alasannya, dari hulu dan hilir pihaknya telah menyiapkan untuk penanganan jika hal buruk terjadi ketika kenaikan Covid-19.

“Sarana dan prasarana (sarpras) masih ada, mengingat Bangkalan ini kan sudah mempunyai pengalaman kenaikan kasus dan wabah ini sudah terjadi dua tahun. Jadi pasti bisa ditekan nanti lonjakan kasusnya,” jelasnya.

Sedangkan anggaran Rp5 miliar yang dicadangkan untuk penanganan Covid-19 tersebut dialokasikan pada tahun 2022 nanti. Mengingat ada prediksi kenaikan kasus, jadi pihaknya juga menyiapkan dana itu sebagai penyediaan Covid-19.Anggaran akan diambilkan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2022.

“Itu kami sediakan segitu, sebagai antisipasi. Sengaja kami sediakan khusus Covid-19,” tandasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *