Petani Gelisah, Masuk Masa Tanam Distribusi Pupuk Subsidi Lambat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MULAI GELISAH: Pupuk di beberapa kios di Bangkalan mengalami kelangkaan, PT Petrokimia diminta menambah kuota pengiriman 250 ton per hari.

KABARMADURA.ID |BANGKALAN-Sejumlah kios pupuk di Bangkalan mengalami kesulitan menyediakan stok pupuk. Hal tersebut dirasakan oleh petani asal Socah, Kokop, Konang dan Tanjungbumi.

Kesulitan penyediaan tersebut dikabarkan karena adanya keterlambatan suplai pupuk dari PT Petrokimia Gresik, kemudian kesulitan akses dari gudang menuju kios, karena medan yang tidak mendukung

Salah satu petani asal Desa Dupok, Kecamatan Kokop, Homsun, menuturkan bahwa di daerahnya mengalami kesulitan mendapatkan pupuk. Padahal akses dari rumah menuju kios juga cukup jauh.

“Saya sudah dua kali ke kios, dan katanya belum dikirim,” kata Homsum.

Kata lelaki yang merupakan salah satu kelompok tani itu, pengiriman dari pabrik ke kios informasinya memang sulit, tidak setiap hari dikirim. Sedangkan dalam sekali kirim kuotanya sedikit.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Bangkalan Puguh Santoso menepis bahwa ada kelangkaan pupuk di Bangkalan. Kata Puguh, itu hanya keterlambatan pengiriman dari pabrik karena faktor cuaca.

Kata Puguh, pola pikir masyarakat tentang penggunaan pupuk belum merata, karena petani masih sering menggunakan pupuk dengan jenis urea, padahal jenis lainnya seperti ZA, NPK, SP36 dan organik.

“Penyerapannya ini kadang timpang, yang cepat habis urea, padahal yang lainnya juga tersedia,” tutur Puguh.

Saat ini, jatah pupuk subsidi untuk Bangkalan masih tersisa sekitar 11.000 ton dengan pembagian jenis pupuk yang berbeda. Sehingga ditarget dalam dua bulan ke depan sisa pupuk bisa terserap habis atau terdistribusikan ke kios.

Puguh juga meminta PT Petrokimia menambah kuota pengiriman ke kios. Jika biasanya hanya dikirim 100 ton setiap hari, selanjutnya harus 250 ton setiap hari.

“Kami sudah meminta dan pihak pabrikan juga sudah menyanggupi, jadi akan segera diproses,” ucap Puguh menutup wawancara.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *