Sistem Penilaian MTQ Jatim di Pamekasan Tuai Apresiasi, Ketua Dewan Hakim MTQ: Betul-Betul Objektif, Jujur, dan Adil

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) OBJEKTIF: Sistem penjurian MTQ Jatim XXIX di Pamekasan disebut terbaik di dunia karena menggunakan e-MTQ.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Musabaqah Tilawatil Qur’an Jawa Timur ke-29 (MTQ Jatim XXIX) tahun 2021 di Pamekasan telah usai. Banyak pihak yang mengapresiasi penyelenggaran MTQ Jatim di kabupaten berjuluk Gerbang Salam tersebut. Salah satunya mengenai objektivitas dan profesionalisme penilaian dewan juri.

Ketua Dewan Hakim MTQ Jatim XXIX H. Ahmad Zahro mengungkapkan, bahwa pelaksanaan MTQ Jatim di Pamekasan menjadi MTQ paling baik dalam sistem penilaiannya. Sebab menurutnya, pada MTQ kali ini, segala sesuatunya dilakukan secara elektronik. Pihaknya telah membuat sistem elektronik MTQ (e-MTQ). Sistem tersebut dapat menganulir setiap tindakan kecurangan.

Bacaan Lainnya

“Kami sebagai hakim nyaman dalam bekerja. Karena tidak ada intervensi apa pun dari tuan rumah. Betul-betul objektif, jujur, dan adil,” ucapnya.

Seluruh peserta mengambil undian maqra secara elektronik. Sehingga, kemungkinan untuk peserta bisa mengetahui bacaan yang akan dibaca saat lomba sangat mustahil. Selain itu, dewan juri dilarang membawa ponsel pada saat menjuri. Hal itu dapat mengantisipasi terjadinya intervensi kepada juri pada saat penilaian peserta.

“Sistem perhakiman MTQ Jatim kali ini terbaik di seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengaku telah sukses dalam pelaksanaan MTQ Jatim XXIX. Empat target sukses yang diimpikannya tercapai. Protokol kesehatan (prokes) telah dijalankan dengan sangat ketat. Target sukses ekonomi juga disebut telah tercapai. Bahkan para pedagang, pengusaha hotel sangat bersyukur.

Dalam hal prestasi juga disebut telah sukses. Sebab, Pamekasan berhasil masuk 10 besar. Sementara pada pelaksanaan MTQ Jatim ke-28 di Tuban pada 2019 lalu, Pamekasan hanya nangkring di posisi ke-12. Setelah itu, menurut Bupati yang kerap disapa Mas Tamam itu, konsistensi membangun amaliah qurani akan terus ditingkatkan. Dia sendiri mengaku memang tidak menargetkan juara umum.

“Ibarat mantenan itu, kita hanya menyiapkan tenda, makanan, parkir. Yang melaksanakan akad nikah itu panitia khusus. Jadi kami tidak pernah intervensi,” ujarnya.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *