PDAM Trunojoyo Sampang Berhasil Legalkan 63 Sambungan Air

  • Whatsapp
(FOTO: IST FOR KM) BIDIK: Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang menemukan puluhan titik sambungan liar.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Terhitung sejak bulan Januari hingga Oktober 2021, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang menemukan 75 titik sambungan liar atau  ilegal. Namun, hingga kini belasan titik sambungan liar itu masih dalam proses untuk dilegalkan. Hal tersebut diungkapkan Direktur PDAM Trunojoyo Sampang Dani Darmawan melalui Pelayanan Kepelangganan Zainal A rifin, Kamis (11/11/2021).

Menurutnya, rincian 75 sambungan liar tersebar di beberapa daerah. Masing-masing, 30 sambungan di daerah Sampang, 20 di Ketapang, 5  Torjun, 16 Kedungdung dan 4 titik di Kecamatan Omben. Namun dari total sambungan ilegal, sebanyak 63 titik sambungan sudah dilegalkan. Sedangkan sisanya, 12 titik masih ilegal.

Bacaan Lainnya

“Kami terus galakkan upaya penyisiran sambungan liar. Tujuannya untuk menekan tingkat kehilangan air dan meningkatkan pendapatan perusahaan daerah,” ujarnya.

Pihaknya menuturkan, maraknya sambungan liar mengakibatkan perusahaan milik daerah mengalami kerugian hingga puluhan juta. Sebab, warga yang menginginkan aliran air bersih tidak melakukan proses administrasi resmi. Sehingga tidak menimbulkan tagihan bulanan dan menyebabkan hilangnya aliran air.

“Untuk yang 12 titik sambungan liar ini masih proses menuju legal, karena memang baru ditemukan pada akhir bulan lalu, kemungkinan dalam bulan ini sudah bisa dilegalkan semua,”  tuturnya.

Untuk menuju proses legal lanjut Zainal menjelaskan, pelanggan tetap dibebani denda sesuai ketentuan perusahaan yang berlaku. Untuk denda administrasi Rp500 ribu, kehilangan air minimal Rp500 ribu dan biaya sambungan Rp1,6 juta. Sehingga total denda yang harus dibayar oleh pelanggan sebesar Rp2,6 juta.

“Biasanya yang masih proses legal ini, masih menunggu uangnya. Kalau untuk oknum petugas sendiri lebih mudah, karena tinggal diambilkan dari gaji tau pensiunannya,” jelasnya.

Dia memaparkan, temuan puluhan titik sambuang liar berasal dari informasi dan laporan dari masyarakat sekitar dan laporan dari tim pembaca meter. Sebab jika menyisir satu persatu ke rumah pelanggan tidak memungkinkan, lantaran keterbatas tenaga. “Prinsipnya, kami akan terus lakukan operasi sambungan liar ini, setiap ada laporan langsung kami tindaklanjuti,” terangnya.

Rincian 75 Sambungan Liar

  • 30 titik di Sampang
  • 20 titik di Ketapang
  • 5 titik di Torjun
  • 16 titik di Kedungdung
  • 4 titik di Omben
  • 63 titik sambungan sudah dilegalkan
  • 12 titik masih ilegal

Reporter: M. Subhan

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *