Disbudpar Bangkalan Janji Bentuk Pokdarwis di Setiap Desa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) PERLU PEMBINAAN: Sejumlah wisata yang berada di Bangkalan perlu mendapatkan sosialisasi  untuk keberlangsungan sebagai pemulihan ekonomi masyarakat.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Sejumlah wisata di Bangkalan mulai tidak produktif. Sehingga pemerintah perlu memunculkan ikon dan fokus melakukan pembinaan. Sebab tidak sedikit wisata yang tidak terdata dan tidak mendapatkan pembinaan. Hal ini diungkapkan pengelola Wisata Pantai Basmalah Desa Sukolilo Timur Kecamatan Labang Bangkalan Sri Rohmah, Minggu (14/11/2021).

Dia mengaku, pengoperasian wisata dikelola secara mandiri dan tidak pernah mendapatkan pembinaan tentang pengelolaan wisata. Sehingga lokasi wisata hanya ramai dalam beberapa waktu yang cukup singkat. “Padahal jika dibandingkan dengan wisata yang baru bermunculan, wisata kami juga tidak kalah menarik,” ujarnya.

Rohmah menawarkan suasana pantai dengan pemandangan sisi Surabaya dan dengan konsep piknik keluarga. Sehingga siapapun yang ingin berwisata, bisa membawa makanan dari luar. “Kalau sekarang kan banyak yang modelnya cafe dan makanan, jadi persaingannya berat. Ini terjadi karena memang tidak ada pembinaan khusus,” paparnya.

Selain Pantai Basmalah, Rohman menyebutkan, ada Pantai Rongkang yang juga mati suri. Padahal pada masanya, wisata tersebut tergolong menjadi yang paling ramai. Tetapi setelah kemudian muncul wisata yang lebih baru, maka wisata yang lama tidak diperhatikan dan sepi.

“Saya kira ini akan menimpa para pengelola wisata yang sekarang. Jika semua ikon wisata bermunculan. Tapi inovasi dan pembinaan minim, kasihan pengelolanya jika nanti rugi,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Moh Hasan Faisol mengaku, fokus pengembangan pariwisata di tahun 2022 sudah dirancang. Menurutnya, beberapa kecamatan sudah mulai menggalakkan infrastruktur untuk mendukung kebangkitan ekonomi pariwisata di kota dzikir dan sholawat.

“Ini sudah disetujui oleh semua pihak, termasuk pimpinan, bahwa kami akan mendorong pariwisata di Bangkalan,” responnya.

Selain bertujuan untuk melakukan pemulihan ekonomi dari masyarakat kecil, pengelolaan wisata juga mampu memberikan keuntungan bagi pengelola dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga nanti ekonomi masyarakat bisa lebih baik. “Kalau mampu mengelola wisata ini, saya kira akan menguntungkan dalam jangka waktu panjang, karena tidak akan basi,”  ucapnya.

Sedangkan mengenai wisata yang sebelumnya ada di Bangkalan dan tidak termasuk data di dinas, kemungkinan hanya kesalahan komunikasi. Sebab sudah mengupayakan untuk mendata semua wisata. Bahkan pengelola semua wisata yang bermunculan nanti diupayakan dikelola bersama melalui kelompok sadar wisata (pokdarwis) di setiap desa.

“Kemudian pendanaannya juga dari dana desa (DD). Sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Karena kami berupaya agar pengelolanya nanti desa, jadi tidak dikelola secara mandiri,” tegasnya.

Sebab jika nanti dikelola mandiri, kemudian tidak berkembang dan akhirnya wisata ditutup, tentu akan menimbulkan kerugian. Maka dari itu, pemerintah akan hadir melalui pembinaan dari pokdarwis tersebut. “Kami akan berupaya sebisa mungkin agar wisata yang sudah ada tidak mati,” janji mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *