Vaksinasi Siswa SMA Sederajat Lampaui Target

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) SEGERA TUNTAS: Proses vaksinasi di tingkat SMA dan sederajat di Sampang diyakini segera tuntas

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Vaksinasi untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat terus digenjot demi percepatan terciptanya herd immunity atau kekebalan kelompok. Bahkan hingga kini presentase vaksinasi siswa di Kabupaten Sampang mencapai hampir seratus persen.

Awalnya, vaksinasi untuk siswa SMA sederajat di kabupaten yang berjuluk Kota Bahari itu ditargetkan 75 persen. Namun, saat ini vaksinasi itu melebih target yang ditentukan, yakni mencapai hampir seratus persen dari jumlah siswa di semua sekolah. 

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Sampang, Asyari, membenarkan hasil vaksinasi siswa SMA sederajat yang sudah melebihi target awal. Kendati demikian, upaya vaksinasi akan terus dilakukan, guna menjaga kesehatan siswa, terutama selama proses kegiatan belajar mengajar (KBM). 

“Lebih banyak atau lebih dari target lebih baik. Sehingga terbukti di Sampang hampir seratus persen siswa melakukan vaksinasi,” kata Asy’ari saat ditemui Kabar Madura, Selasa (16/11/2021).

Ia menjelaskan, berdasarkan aturan, untuk memberlakukan  pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, pencapaian vaksinasi siswa minimal harus 75 persen. Namun, berkat kerja sama  semua pihak, di Kabupaten Sampang jauh melampauinya, sehingga siswa lebih leluasa dalam belajar. 

Lebih lanjut, katanya, bagi para siswa yang belum vaksin tetap diimbau melakukan vaksinasi, kecuali yang berhalangan karena faktor kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. “Kami terus berusaha menambah jumlah siswa yang divaksin. Setiap sekolah diimbau terus mengerahkan siswanya untuk divaksin,” tambahnya. 

Menurut Asyari, dalam menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi, seperti serangan gelombang ketiga wabah Covid-19, kekebalan kelompok harus segera terbentuk. 

Namun, ia mengaku dalam melakukan vaksinasi tetap mematuhi aturan. Semua proses vaksinasi yang dilakukan melalui izin dari orang tua siswa. Maka dari itu, pihaknya meminta peran aktif wali siswa dalam mendorong anaknya melakukan vaksinasi.

“Kami berharap siswa siswa yang tidak bervaksin bukan faktor larangan orang tua. Vaksinasi dilakukan untuk menjaga keamanan bersama, bukan sebaliknya, ” tegasnya. 

Asy’ari menyebutkan beberapa sekolah setingkat SMA yang pencapaian vaksinasinya tinggi, yakni di atas 50 persen. Di antaranya, SMAN Torjun, SMAN 1 Sampang  dan SMKN 2 Sampang. 

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Sule Sulaiman

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *