Pertahankan Tanah Warisan, Polres Bangkalan Tahan 5 Orang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) KEADILAN: Kuasa hukum tersangka 5 orang yang dilaporkan melakukan pengancaman angkat bicara. Tersangka dijerat dengan penyalahgunaan senjata tajam dan dilaporkan sebagai tindak pelanggaran hukum perdata.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Pertahankan tanah warisan milik orang tua, lima orang berasal dari Desa Tlomar, Kecamatan Tanah Merah menjadi tersangka pada kasus dugaan pengancaman. Konflik perebutan tanah warisan tersebut disebutkan memanas ketika pihak pelapor atau sepupu tersangka melaporkan adanya pengancaman dari 5 orang yang mengaku juga memiliki hak atas tanah warisan tersebut.

Kejadian 9 Desember 2020 itu awalnya tidak terbukti adanya pengancaman, namun  kemudian tuntutan diganti pada penyalahgunaan senjata tajam. Sehingga pada Oktober 2021 lima orang tersangka ditahan, sedang salah satunya ditetapkan sebagai saksi.

Bacaan Lainnya

Kuasa Hukum keluarga tersangka Hendrayanto mengaku bingung dengan pola penyidikan yang digunakan oleh penyidik Polres Bangkalan. Pasalnya lima dari enam kliennya kini ditahan karena kasus yang menurutnya masih masuk dalam ranah perdata.

“Setelah saya lihat barang bukti yang digunakan, ternyata bukti untuk keperdataan juga digunakan sebagai alat bukti, artinya ini perkara pidananya campur aduk dengan keperdataan, ini semakin jelas ada unsur dipaksakan supaya bisa P21,” ujarnya.

Hendra mengungkapkan, penyidik Polres Bangkalan saat ditanyai terkesan bingung dalam menjawab pertanyaannya. “Ini tadi saya bedah di sini semua, penyidiknya seperti kebingungan,” ulasnya.

Hendra menanyakan berkaitan dengan ditetapkannya kelima kliennya sebagai tersangka pada tanggal 2 Juli 2021 lalu, serta pasal 335 tentang pengancaman yang merupakan buntut dari kasus sengketa tanah yang hingga hari ini masih berjalan.

“Hari ini mereka ditahan lagi, karena bukti yang digunakan ternyata bukti perdata, sedangkan laporannya pidana,” sebutnya.

Tapa salah satu tersangka mengaku, pada saat kejadian dirinya hanya mendatangi sawah yang sebelumnya milik orang tuanya, dan meminta agar sawah dikerjakan bersama-sama. Hanya saja kebetulan saat itu dirinya membawa sabit untuk memotong rumput.

“Saya divideo saat mengatakan beberapa keinginan, dan kebetulan 5 saudara saya datang menghampiri,” ucap Tapa memberikan penjelasan singkat.

Di lain pihak, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo ketika dikonfirmasi membenarkan terkait penahanan dan penetapan P-21 atas kasus tersebut. Berkas kasus sudah  dilimpahan ke Kejaksaan.

“Itu sudah lama kita tetapkan tersangka dan sekarang kasusnya sudah masuk tahap kedua, di mana penyidik sudah menyatakan berkasnya lengkap dan tersangkanya sekarang menjadi kewenangan jaksa,” terangnya.

 

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *