Potret Didik Haryanto, Pengusaha yang Aktif Kembangkan Batik Khas Sumenep

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) LESTARIKAN BUDAYA LOKAL: Didik Haryanto menjadi salah satu pengusaha Sumenep yang aktif mengembangkan beragam motif khas Sumenep.

KABARMADURA.ID | Pengusaha batik asal Sumenep ini bisa dikatakan cukup tekun menekuni bidang usahanya. Bahkan, ia berhasil mencetuskan batik khas Sumenep dari hasil kreativitasnya. Dia adalah Didik Haryanto, alumnus Pondok Pesantren Modern Tarbiyatul mu’allimin Nurul Huda Pakandangan Barat.

IMAM MAHDI, SUMENEP

            Meskipun tidak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, semangat belajarnya bisa dikatakan cukup tinggi. Terutama dalam mendalami bidang batik. Sebab ia memiliki ketertarikan sendiri terhadap dunia seni.

Seiring berjalannya waktu, berkat ketekunannya dalam mengembangkan usahanya batiknya, saat ini ia telah mampu memberdayakan 30 karyawan yang merupakan hasil didikannya sendiri.

Masing-masing karyawannya tersebut menerima gaji sebesar Rp1 juta hingga Rp3 juta, tergantung ketekunan dan hasil karyanya.  Ia mengaku, setiap bulannya, pengeluaran untuk produksi batik mencapai di atas Rp70 juta. “Pendapatan saya dalam satu bulan ada. Itu rahasia perusahaan,” ucapnya.

Owner Batik Canteng Koneng (Cako) itu mengatakan, kreativitas diawali dengan ilmu dan pengalaman yang luas. Ia mengaku pernah menjadi distributor rumput laut putih selama enam tahun. Berangkat dari pengalamannya tersebut, ia memberanikan diri untuk beralih terjun ke dunia usaha. “Saya pulang langsung beralih menjadi pengusaha batik di rumah,” tuturnya.

Berkat kerja kerasnya, ia akhirnya memiliki cabang usaha Batik Tulis Cako yang rumah produksinya di Desa Pakondang, Desa Badur, Desa Pakandangan, dan Desa Kasengan. “Saat ini, sudah akan buka lowongan karyawan sebanyak 20 orang di Kasengan. Kemudian di Desa Gunggung,” ungkapnya.

Pria kelahiran Sumenep, 08 Februari 1981 ini tergolong kreatif dalam mengembangkan motif batik khas Sumenep. “Saya banyak belajar dari orang yang lebih tahu, dan takzim kepada guru merupakan kunci kesuksesan,” katanya, Kamis (18/11/2021).

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *