Uniba Madura Bantu Pecahkan Persoalan Perekonomian Batik

  • Whatsapp
(FOTO: KM/TAUFIQ HIDAYAT)  Ach Zuhri: Kepala LPPM Uniba Madura

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Bahaudin Mudhary Madura (Uniba)  bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)  Sumenep menyepakati memorandum of understanding (MoU) tentang peningkatan perekonomian. Perjanjian itu untuk melakukan penelitian dalam rangka pengembangan perekonomian di Kota Keris ini.

“Awal mula kerjasama LPPM UNIBA dengan Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan), kami mengajukan judul penelitian dengan tema batik dan alhamdulillah disetujui dilanjutkan presentasi proposal. Muncullah MoU terkait penelitian tersebut,” tutur Kepala LPPM Uniba Madura Ach Zuhri, Senin (22/11/2021).

Bacaan Lainnya

Dikatakan Zuhri, kegiatan tentang hasil penelitian seputar produksi batik guna mencari solusi dalam membantu memudahkan hasil produksi batik dan dampak ekonomi terhadap masyarakat Sumenep.

Penelitian dengan judul peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan motif dan perbaikan proses membatik di Pakandangan Barat, sudah berdasarkan konsultasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

Daerah itu merupakan populasi terbanyak pengrajin batik. Dalam pelaksanaan penelitian, masih dijumpai mayoritas pengrajin masih menggunakan alat tradisional dalam memproduksi batik.

Ditambahkan Zuhri, temuan tersebut belum bisa sepenuhnya mendongkrak taraf peningkatan ekonomi secara signifikan bagi masyarakat pembatik. Sehingga pihaknya merekomendasikan agar dalam proses produksi masyarakat lebih membuka diri terhadap alat-alat modern yang fungsinya lebih efektif, baik secara waktu dan harga alat tersebut.

“Dalam prosesnya kami menemukan masih menggunakan alat tradisional dalam membatik, mereka belum menerima alat yang digital. Kami merekomendasi agar ada kolaborasi antara alat tradisional dan perkembangan teknologi kayak canting elektrik,” imbuhnya.

Tujuan lain menurut dia, Uniba hadir sebagai perantara masyarakat dapat memperoleh bantuan-bantuan alat, artinya ketika titik persoalan itu sudah ditemukan maka tinggal mencarikan solusinya. Sehingga, lanjut Zuhri, para pembantik dapat meraih untung yang lebih mendongkrak dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Tinggal pemerintah nanti menyediakan bantuan-bantuan alat yang dibutuhkan masyarakat, agar dalam prosesnya lebih cepat dan lebih bagus hasilnya,” pungkasnya.

Reporter: Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *