DED TPA Ekowisata di DLH Sumenep Tembus Rp100 Juta

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) MANGKRAK: Rencana pengembangan ekowisata di TPA Batuan masih proses DED.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Gagasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep menyulap tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Torbang, Kecamatan Batuan menjadi ekowisata kelanjutannya tidak jelas. Sebab, hingga saat ini rencana itu tidak mempunyai desain terkait fungsi maupun manfaatnya.

Plt Kepala DLH Sumenep Ernawan Utomo menjelaskan, pada perubahan anggaran kegiatan (PAK) pembangunan ekowisata mendapat suntikan dana untuk detail engineering design (DED).

Bacaan Lainnya

DED dalam proses pengembangan pekerjaan hal itu dibutuhkan sebagai produk dari konsultan perencana, yang biasa digunakan dalam membuat sebuah perencanaan atau gambar kerja. Sehingga TPA dapat berkontribusi untuk menunjang pendapatan masyarakat.

Ernawan menyebutkan, program atau pembangunan ekowisata itu selain bertujuan memperpanjang umur TPA, juga sebagai taman yang berfungsi sebagai hiburan atau wisata.

“Sejak awal memang dirancang seperti itu. Sekarang proses DED, itu bertujuan mendapat bantuan pengembangan nanti dari Pemerintah Jawa Timur,” jelasnya.

Dikatakan Ernawan, rencana pembangunan ekowisata TPA tidak bisa hanya diserahkan pada DLH Sumenep, harus ada elemen lain, selain dari  pemerintah juga masyarakat. Masyarakat juga perlu turut serta mensukseskan, terutama dalam hal mengurangi sampah yang dikirim ke TPA.

Ernawan menjelaskan, anggaran DED tahun ini sebesar Rp100 juta, proses tahapannya sudah berjalan, tahun ini dipastikan selesai. Sehingga dia berharap tahun 2022 mendapatkan suntikan dana lagi untuk pengembangannya.

“Semoga sesuai harapan, tahun depan ada pengembangan” paparnya.

Sekretaris Komisi lll DPRD Sumenep M Ramzi menekankan agar DLH lebih kreatif, jangan hanya bersandar pada anggaran saja, tetapi harus ada inovasi penghasilan sampah dari pengelolaan sampah.

“Misal ada giat jemput ke masing rumah warga, di sana sudah terpisah sampah plastik dan organik. Jangan diminta uang, taruhlah 1 bulan dapat berapa kilo sampahnya kalkulasi bayar setiap akhir tahun misalnya, itu lebih bagus saya kira,” papar politisi Hanura itu.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul UI

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *