BPBD Bangkalan Harus Siap Siaga Bencana

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) WAJIB AKTIF: Meski saat ini daerah Bangkalan masih aman dari bencana banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus optimal melakukan pemantauan.

KABRMADURA.ID | BANGKALAN – Sejak dilanda curah hujan tinggi, wilayah yang menjadi langganan banjir masih nol kejadian. Dari pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dua kecamatan berpotensi menimbulkan genangan air. Hanya saja, belum mendapatkan laporan mengenai tanda-tanda melubernya sungai yang ada di daerah.

Dua kecamatan itu, Arosbaya dan Blega. Khusus Kecamatan Arosbaya, banjir terjadi lantaran kiriman air dari Kecamatan Geger. Namun untuk tahun ini tidak menyebabkan debit air di sungai tinggi. “Karena disana pak bupati sudah minta dinas terkait membuat sudetan sungai. Rata-rata air kiriman tidak bisa mengalir,  jadi berputar di sungai dan meluap ke permukiman,” ujar Kepala BPBD Bangkalan Rizal Moris, Kamis (25/11/2021).

Terlebih, air kiriman tersebut bersamaan dengan air rob. Sehingga dipastikan akan menyebabkan banjir. Namun berdasarkan pemantauan, air kiriman dan rob sudah bisa dikendalikan melalui . terobosan berupa sudetan sungai.  Begitu pula dengan Kecamatan Blega, sudah ada kegiatan pengerukan dan pelebaran sungai. Sehingga akan mengontrol debit air.

“Di dua kecamatan itu sejauh ini belum ada laporan sama sekali. Mudah-mudahan tidak ada banjir untuk tahun ini,” haranya.

Meski belum ada laporan banjir maupun longsor, anggota Komisi D DPRD Bangkalan Anton Bastoni meminta, BPBD tetap siaga. Sebab banjir dan longsor tidak bisa diprediksi melalui akal dan pikiran. “BPBD itu pasti sudah memiliki peta bencana, mereka bisa memberikan warning bencana kepada masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Caranya mungkin dengan pemasangan spanduk atau datang langsung ke lokasi,” responnya.

Politisi dari Partai Gerindra ini menegaskan, upaya mitigasi bencana secara berkelanjutan bagi warga kawasan rawan perlu digalakkan. Sehingga masyarakat bisa terlibat langsung secara aktif dalam proses antisipasi maupun penanggulangan saat bencana terjadi. Selain itu, kesiapan BPBD dalam menanggulangi bencana perlu dilakukan sedini mungkin.

“Diantaranya melakukan persiapan terkait rencana kontijensi yang telah disusun dan disesuaikan dengan tata kelola kedaruratan protokol kesehatan, termasuk penyediaan sarana prasarana (sarpras) kesiapsiagaan,” sarannya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *