Telan Rp1,8 M, Pelatihan Wirausaha Santri Diragukan Outputnya

  • Whatsapp
(FOTO: Yulia for KM) CUKUP BESAR: Empat jenis pelatihan wirausaha untuk 500 santri di Sumenep yang menghabiskan anggaran Rp1,8 miliar diragukan manfaatnya.

KABARMADURA.ID |SUMENEP-Pelatihan dalam program pemberdayaan wirausaha tahun 2021 yang menyasar kalangan santri, diragukan manfaatnya. Kegiatan yang  menghabiskan dana sebesar Rp1,8 miliar itu, dinilai hanya untuk menghabiskan anggaran, tetapi tidak ada tanggung jawab terhadap output dari pelatihan tersebut.

Direktur Sumenep Independen (SI) Sahrul Gunawan mengatakan, seharusnya tidak semudah itu dalam membuat kegiatan, apalagi ditopang dengan anggaran besar. Terlebih, kegiatan itu menurutnya tidak ada jaminan bisa menyelesaikan persoalan pengangguran di Sumenep.

Bacaan Lainnya

“Kami mau lihat saja seberapa efektifkah, taruhannya nama bupati soalnya,” kata pria asal Kepulauan Gili Raja itu.

Terdapat empat jenis pelatihan sebagai upaya meningkatkan indeks pembangunan pemuda di Sumenep itu, meliputi pelatihan digital marketing, electric fuel injection otomotif, desain animasi dan manajemen produk pangan.

Kegiatan itu ditangani sendiri oleh pihak Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep.

Sahrul juga mempertanyakan target pelatihan itu. Jika tidak ada, dia menyayangkan, karena hanya terkesan untuk formalitas yang dampaknya nihil untuk perubahan di Sumenep.

“Kita lihat saja bersama-sama nanti, jika tidak ada dampaknya, maka tentu kegiatan pelatihan yang mengatasnamakan santri itu positif tidak jelas,” pungkasnya.

Sementara itu, Pelaksana harian (Plh) Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Disparbudpora Sumenep Syaifuddin membenarkan telah mengadakan kegiatan itu. Pelatihan itu sudah terlaksana dan anggarannya sudah terealisasi semua.

Pelatihan tersebut menyisir sejumlah santri dan mantan santri di setiap kecamatan di Sumenep. Melibatkan sekitar 5 orang dari setiap kecamatan sebagai perwakilan. Jumlah keseluruhan pesertanya sekitar 500 orang.

Kata pria yang biasa disapa Ipud ini, dana itu digunakan tanpa sisa. Alasannya, digunakan untuk belanja alat tulis kantor (ATK), honor narasumber dan beberapa kegiatan penunjang lainnya.

“Pelatihan sudah terlaksana semua pada bulan lalu, Rp1,8 miliar anggarannya,” kata Ipud.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *