Setahun Kejari Bangkalan Usut 300 Kasus Pidum

(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) DIAMANKAN: Kasus tindak pidana umum (pidum) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan cukup naik dibandingkan tahun 2020 kemarin. 

KABARMDURA.ID | BANGKALAN -Selama setahun kasus tindak pidana umum (pidum) di daerah Bangkalan mencapai ratusan persoalan yang melanggar hukum. Jumlah tersebut, berdasarkan data dari Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangkalan. Yakni, mencapai 300 kasus pidum yang ditangani. Hanya saja, tidak semua kasus pidum bisa terselesaikan secara tuntas.

Aparat Penegak Hukum (APH) dengan slogan Adhyaksa hanya mampu menyelesaikan kasus pidum sebanyak 80 persen dari total jumlah kasus selama setahun. Yakni, sebanyak 240 sudah selesai di persidangkan. Sedangkan sisanya, 60 kasus belum tuntas. “Masih ada beberapa kendala, antara lain berkas yang kurang lengkap dan masih dalam upaya hukum dan persiapan P21,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidum Kejari Bangkalan Choirul Arifin, Minggu (5/12/2021).

Menurutnya, kasus yang masuk tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan mayoritas perkara yang ditangani berupa tindak pidana kriminal. Seperti, pencurian dengan pemberatan lantaran adanya penganiayaan dan pencurian sepeda motor (curanmor). Selanjutnya kasus pembunuhan dan pidum lainnya.

Bacaan Lainnya

“Seperti begal, penggelapan kendaraan dan penipuan juga ada. Modusnya banyak, hanya saja untuk kasus pembunuhan ini tidak terlalu banyak. Hanya sekitar tiga kasus,” ucapnya.

Lebih lanjutnya Choirul Arifin menjelaskan, naiknya kasus pidum tahun ini dikarenakan wabah Covid-19. Sebab banyak masyarakat kehilangan pekerjaan. Sehingga berbuat nekat untuk melakukan tindak kriminal. “Faktor ekonomi kebanyakan, kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2021 ini ada kenaikan. tapi tidak begitu signifikan kenaikannya,” jelasnya.

Lebih spesifik, selama wabah Covid-19 yang menonjol tentang kasus pencurian, penipuan dan penggelapan. Mayoritas masyarakat melakukan hal tersebut lantaran terjepit keadaan, akibat tidak bekerja selama wabah Covid-19. Terutama di daerah-daerah perkampungan. “Tahun 2020 kasus yang masuk 200 lebih. Naiknya hanya sedikit dari tahun 2021 ini,” tegasnya.

Penyebab Meningkatnya Tindak Kriminal

  • Covid 19
    • Banyak warga putus kerja
    • Faktor ekonomi makin terhimpit
  • Sasaran aksi kriminal
    • Daerah pelosok atau perkampungan
  • Jenis kriminal
    • Pencurian
    • Penggelapan
    • Penipuan
    • Pembunuhan

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan