Protkes Longgar, Anggap Warga di Bangkalan Sulit Diatur 

(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MERESAHKAN: Warga yang mendatangi hiburan Pasar Malam di Taman Rekreasi Kota belakang Stadion Gelora Bangkalan (SGB) cukup membludak.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Kegiatan hajatan dan keramaian memang sudah diperbolehkan kembali diadakan. Namun bukan berarti tidak mengikuti protokol kesehatan (protkes) yang sudah diatur dalam Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Apalagi ancaman virus Covid-19 Omicron masih mengintai.

Salah satu pengunjung wisata hiburan Pasar Malam Taman Rekreasi Kota (TRK) Bangkalan Hasan Basri mengaku, potensi keramaian di pusat kota sudah mulai marak. Bahkan sejak dilaksanakannya pameran hiburan rakyat di TRK. “Sekarang seolah seperti sedia kala, banyak tempat hiburan yang ramai dan penuh, seperti di pasar malam,” ujarnya.

Menurutnya beberapa hari dari awal dibuka, pengunjung yang datang membludak. Bahkan mencapai 500 pengunjung setiap malam. Sedangkan di lokasi, tidak ada petugas yang mengawasi kerumunan. “Beberapa kali penuh, tidak ada jaga jarak disana, bahkan maskernya juga banyak dibuka,” paparnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo, menyayangkan pagelaran pasar malam. Apalagi, kerumunan dilakukan tanpa adanya penerapan protkes. Padahal pandemi belum benar-benar usai. Bahkan, bahaya penularan masih mengancam masyarakat.

“Saya sangat menyayangkan masyarakat, karena sebenarnya izin itu diberikan asal protkesnya dilaksanakan dengan baik,” kesalnya.

Jika terus dibiarkan berkerumun seperti itu, tentu akan ada kegiatan hajatan selanjutnya. Mereka akan menjadikan kegiatan yang digelar di pusat kota sebagai acuan. Sehingga akan dianggap sudah biasa. “Ketidak waspadaan ini, jelas akan berdampak besar. Semoga tidak ada penyebaran klaster baru dari kerumunan ini,” harapnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Moh Hasan Faisol. Menurutnya, kegiatan pasar malam dilakukan sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Sebab sudah lama ditunggu dan diharapkan warga. “Ini sudah lama ditunggu dan kami sudah siapkan posko vaksinasi disana,” ucapnya.

Bahkan bagi warga akan berkunjung harus menunjukkan sertifikat vaksinasinya. Pihaknya juga mengelak, jika pelaksanaan kegiatan yang dilakukan menjelang akhir tahun itu tanpa protkes. “Kami sudah sampaikan ke mereka (warga red), dan semuanya sudah selesai. Kalau mengenai membludak, sepertinya memang keinginan masyarakat yang sulit dibendung,” tegasnya.

Reporter: Helmi Yahya

Tinggalkan Balasan