Kembali Temukan Rusaknya Proyek Baru, DPRD Sumenep Simpulkan PU Bina Marga Lalai

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) KETERLALUAN: Pengerjaan proyek jalan milik Dinas PU Bina Marga Sumenep tahun anggaran 2021 yang baru selesai namun sudah rusak.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Proyek yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Sumenep masih menjadi sorotan publik. Setelah rusaknya Jalan Angon-Angon–Pajanangger yang baru dua bulan diperbaiki, kini muncul masalah lagi. Proyek peningkatan Jalan Bluto-Moncek yang baru selesai, plengsengannya roboh akibat hujan deras.

Setelah dievaluasi Komisi III DPRD Sumenep, disimpulkan bahwa semuanya murni kelalaian dinas terkait.

Bacaan Lainnya

“Harus cepat diperbaiki, karena menyangkut jalan raya yang dilewati masyarakat. Kalau tidak, jalan akan terkikis sehingga tidak dapat dilewati” kata Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep, M. Ramzi,  Minggu (5/12/2021).

Alasan disimpulkan menjadi kelalaian Dinas PU Bina Marga, karena tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Dalam sistem pengawasannya, PU Bina Marga dianggap hanya pasrah penuh pada konsultan pengawas.

Sejak awal, kata Ramzi, konsultan pengawas seharusnya diwanti-wanti agar pengerjaan sesuai dengan kualitas yang ditargetkan. Menurutnya, tidak ada alasan bagi Dinas PU Bina Marga mengerjakan karena adanya badai, lumpur serta hujan lebat. Sebab, dengan kualitas pengerjaan sudah bagus, diyakini tidak mungkin rusak.

Ramzi menduga, kemungkinan besar pengerjaan tidak sesuai spesifikasi, sehingga cepat rusak. Karena menurut dia, kerusakan itu idealnya paling tidak 25 tahun. Jika rusak sebelum masanya, dinilai ada yang patut dicurigai.

“Kami akan panggil lagi dinas terkait dan kroscek ulang pengerjaan peningkatan jalan PU Bina Marga yang sudah selesai,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala bidang (Kabid) Teknik Dinas PU Bina Marga Sumenep Agus Adi Hidayat mengakui bahwa pengerjaan jalan di Angon-Angon–Panjenangger rusak. Namun, rusaknya plengsengan jalan di Bluto-Moncek bukan program tahun 2021.

“Bisa jadi, tahun anggaran 2020. Sebab, saya cek di lokasi, bukan tahun anggaran (TA) 2021. Itu pengerjaan memang berdempetan. Tapi, yang rusak bukan TA 2021,” tukas dia.

Sedangkan penyebab robohnya plengsengan, diduga karena adanya hujan lebat. Nilai proyek itu senilai Rp3.203.200.000.

“Kami akan perbaiki, itu milik Dinas PU Bina Marga Sumenep. Tetapi kayaknya bukan yang TA 2021,” pungkasnya.

Namun berdasarkan penelusuran dan pantauan Kabar Madura, proyek peningkatan jalan Bluto-Moncek itu dikerjakan pada Mei 2021. Kemudian dilanjutkan dengan pembangunan plengsengan pada Juli 2021. Sekitar September 2021, sudah tidak ada aktivitas pembangunan di lokasi itu. Plengsengan itu  roboh saat hujan lebat yang terjadi pada Sabtu (4/12/2021).

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *