Baru Dibangun, Proyek Rp7,8 M di Sampang Rusak

(FOTO: KM/Ist) TEMUAN: Belum genap dua bulan proyek Peningkatan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Sampang sudah retak.

KABARMADURA.ID | SAMPANG -Pekerjaan program Peningkatan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) perlu diawasi. Sebab proyek rabat beton yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat di Desa Kotah Kecamatan Jrengik Sampang menuai keluhan. Padahal program pembangunan rabat beton itu, baru selesai. Namun kualitasnya dikeluhkan oleh masyarakat dan aktivis, lantaran proyek dikerjakan asal-asalan.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, proyek PISEW di Desa Kotah tidak hanya rabat beton. Namun anggaran juga digunakan untuk pekerjaan plengsengan. Hanya saja, diprediksi pembangunannya tidak bisa dimanfaatkan dalam waktu dekat ini.

Sedangkan untuk realisasinya, program PISEW dilaksanakan di 13 kecamatan dengan total anggaran sebesar Rp7,8 milyar yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Setiap kecamatan kecipratan anggaran sebesar Rp 600 juta.

Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat Pusat Informasi dan Advokasi Rakyat (LSM PIAR) Sampang Abd. Hamid mengaku, mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai proyek PISEW di Desa Kotah Jrengik sudah rusak. Bahkan diprediksi dalam waktu dekat akan bertambah rusak.

“Kami mendapatkan laporan jika proyek dari pusat itu kualitasnya kurang bagus. Bahkan banyak dikeluhkan oleh masyarakat,” ujarnya, Minggu (5/12/2021).

Diketahui, pekerjaan rabat beton wajar mendapatkan keluhan. Sebab pekerjaannya terindikasi asal-asalan. Kondisi beton diyakini akan semakin rusak. Sehingga pelaksana, termasuk kelompok kerja (pokja) segera melakukan perbaikan sebelum kerusakan semakin parah. Apalagi, anggaran yang digunakan tidak sedikit.

“Pekerjaan ini baru selesai. Kami tahu jika proyek itu tidak genap dua bulan pengerjaannya. Namun di beberapa titik sudah ada yang rusak,” bebernya.

Pihaknya khawatir, jika kerusakan tidak segera dilakukan perbaikan akan semakin parah. Apalagi sudah memasuki musim penghujan. Sehingga pelaksana segera memperbaiki beberapa titik yang rusak. Selain  itu, ada pendamping khusu pada program PISEW.

Hanya saja, masih ada kualitas pekerjaan yang rendah. Padahal semestinya, kualitas harus terpantau oleh pendamping. “Peran pendamping dimana? Mestinya program ini berkualitas. Buktinya masih menuai banyak keluhan. Sementara anggaran proyek rabat beton senilai Rp200 jutaan,” kesalnya.

Sementara itu, Plt Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang Moh Zis belum memberikan keterangan. Berusaha dikonfirmasi melalui ponselnya tidak tersambung. Bahkan upaya konfirmasi melalui pesan singkat juga enggan direspon.

Reporter : Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan