BEM Uniba Madura Ajarkan Cara Branding dan Pasarkan Produk di Desa Gersik Putih

(FOTO: KM/MOH RAZIN) TERAPKAN TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabinet Sakera Universitas KH Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura melakukan pengabdian masyarakat di Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura.

KABARMADURA.ID | Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabinet Sakera Universitas KH Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura mengambil bagian dalam membangun Desa Gersik, Kecamatan Gapura, Sumenep. Hal tersebut juga sebagai bentuk aplikasi dari salah satu Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat.

MOH RAZIN, SUMENEP

BEM Uniba terpilih sebagai kampus yang menerima Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Mereka telah lolos seleksi setelah bersaing dengan berbagai kampus di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, program dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tersebut bertujuan untuk memajukan masyarakat desa melalui peran mahasiswa.

“Melalui kegiatan PHP2D yang dilaksanakan di Kecamatan Gapura, kita berharap program ini ditindaklanjuti dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga bisa kreatif, inovatif dan berkelanjutan,” tutur Moh. Arifin, Ketua PHP2D Uniba Madura.

Menurutnya, PHP2D merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui organisasi mahasiswa (Ormawa) guna menumbuhkembangkan rasa kepedulian kepada masyarakat agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, dan sejahtera.

“Poin-poin seperti cara branding produk dan memasarkan secara online sudah kami sampaikan, tinggal mereka melakukan sendiri,” imbuhnya.
Di sisi lain, dosen pendamping lapangan Nurlaily Wulandari menyebutkan, PHP2D tersebut merupakan bentuk kreativitas mahasiswa dalam melakukan pengabdian. Jadi, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar, sehingga dengan hal tersebut dapat berkontribusi nyata dalam membentuk desa yang mandiri, sejahtera, dan bisa berwirausaha dengan baik.

“Karena pada kegiatan ini, juga melibatkan seluruh elemen desa seperti Kepala Desa Gersik Putih, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta tokoh masyarakat lainnya,” ungkap Wulandary.

Tinggalkan Balasan