8.100 Jiwa di Sumenep Belum Memiliki KTP

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) MEREKAM: Dari 90 ribu penduduk wajib KTP ternyata masih ada 8.100 jiwa yang belum membuat KTP.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Kesadaran masyarakat wajib memiliki kartu tanda penduduk (KTP) masih terbilang rendah. Hal itu terbukti, dari 90 ribu penduduk wajib KTP ternyata masih ada 8.100 jiwa belum membuat KTP.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep sebagian masyarakat masih belum menganggap penting terkait identitas diri. Sebab, sampai saat ini masih ada ribuan warga tidak melakukan perekaman dan memiliki KTP).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep Sahwan Efendi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Pendaftaran Penduduk Wahasah mengungkapkan, kesadaran masyarakat untuk membuat KTP masih minim. Sehingga capaian wajib KTP hanya mentok di angka 91 persen.

“Memang kesadaran masyarakat tidak merata, menganggap itu tidak penting, kalangan remaja ada orang tua juga ada. Mungkin karena tidak dianggap butuh makanya banyak yang tidak buat,” katanya, Senin (25/10/2021).

Wahasah menambahkan, menjelang akhir tahun 2021, masih ada sekitar 9 persen dari 90 ribu lebih penduduk yang wajib KTP. Dari jumlah tersebut terbilang masih ribuan masyarakat yang tidak mengantongi identitas dan secara otomatis tidak disasar dari bantuan-bantuan.

Dia menegaskan, terkait adanya masyarakat yang belum membuat KTP, pihaknya sudah bergerak dengan melalukan sosialisasi dan jemput bola ke lokasi-lokasi yang masih banyak belum rekam. Namun, terkadang masyarakatnya masih sibuk dengan aktivitas sendiri.

“Mereka kadang sibuk dengan tani, padahal kami sudah memberitahukan sebelumnya ketika sampai lokasi gak ada,” imbuhnya.

Kendati banyak yang enggan melakukan perekaman, ia menekankan agar masyarakat lebih menyadari betapa pentingnya identitas tersebut. Sebab, identitas bisa menjadi salah satu syarat ketika ingin berobat atau keperluan lainnya.

“Misalnya sakit, kan jika tidak mempunyai KTP harus melalui jalur umum, sehingga mahal nanti biayanya,” pungkasnya.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *